Pemerintah NTB Kawal Ketat Pembangunan Irigasi Embung dan Saluran di Dompu

oleh -288 Dilihat
DOMPU, samawarea.com (17 November 2025) — Upaya Pemerintah Provinsi NTB untuk memperkuat penyediaan air dan meningkatkan produktivitas pertanian kembali mendapat perhatian serius. Selama tiga hari, 14 hingga 16 November 2025, Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, Muhamad Riadi, S.P., M.Ec.Dev turun langsung ke Kabupaten Dompu untuk kedua kalinya guna memantau perkembangan konstruksi Program OPLAH Non Rawa Tahun 2025.
Pengecekan lapangan ini difokuskan pada hasil pekerjaan konstruksi jaringan irigasi tersier. Jaringan baru ini dibangun untuk menyambung irigasi tersier yang telah ada, sehingga aliran air dapat menjangkau petak-petak sawah yang selama ini belum tersuplai akibat belum adanya jaringan irigasi permanen.
Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah sumber air utama. Plt. Kadistanbun NTB menelusuri aliran air hingga sejauh 700 meter dari jaringan irigasi menuju sumbernya. Dari hasil pengecekan, debit air pada bangunan DAM dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan air pada lahan-lahan yang dialiri jaringan OPLAH. Aliran air juga terpantau lancar dan sesuai dengan standar kemiringan teknis dari hulu ke hilir.
Ketua Gapoktan Mumbu, Desa Mumbu, Kecamatan Woja, mengungkapkan bahwa pengerjaan jaringan irigasi dilakukan dengan melibatkan anggota kelompok tani, terutama dalam distribusi material menuju lokasi pembangunan. Sementara pekerjaan konstruksi tetap ditangani tenaga terampil untuk memastikan kualitas hasil.
Ia juga menyampaikan harapan besar dari keberadaan Program OPLAH tahun ini. “Semoga ke depan petani bisa menanam padi dua hingga tiga kali setahun. Selama ini, kami hanya bisa sekali tanam karena mengandalkan hujan. Tahun ini baru 7–8 kelompok yang tercover, sementara gapoktan kami memiliki 36 kelompok. Kami berharap kelompok yang belum tersentuh bisa diprioritaskan pusat pada tahun berikutnya,” ujarnya.
Dari pihak konsultan pengawas, disebutkan bahwa pekerjaan tahap pertama meliputi rehabilitasi embung/cek dam dan pembangunan saluran irigasi. Kedua item tersebut telah rampung seluruhnya. Tantangan yang dihadapi selama proses konstruksi terutama terkait cuaca serta jauhnya lokasi pekerjaan dari titik pendropan material yang membutuhkan tenaga tambahan. Meski demikian, lokasi proyek dinyatakan aman karena tidak termasuk daerah rawan banjir.
Selain memantau OPLAH, Plt. Kadistanbun NTB juga melakukan monitoring pemanfaatan alat mesin pertanian berupa combine harvester bantuan Pemerintah Pusat. Unit combine tersebut dikelola oleh Ishoku Brigade Provinsi, dengan kelompok tani penerima yaitu Foo Kanggudu II di Desa Wawonduru, Kecamatan Woja.
Di sela pengecekan, Plt. Kadistanbun NTB turut menjajal langsung performa combine harvester tersebut pada lahan persawahan berkontur terasering. Hasil uji coba menunjukkan performa mesin yang prima, tenaga yang kuat, serta hasil gabah yang bersih tanpa kendala berarti selama operasional.
Kegiatan kali ini menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTB dalam memastikan efektivitas pemanfaatan infrastruktur pertanian sekaligus meningkatkan produksi pangan melalui dukungan alat dan sarana yang memadai. Program OPLAH Non Rawa di Dompu diharapkan dapat menjadi model percepatan pembangunan irigasi berbasis kebutuhan petani dan kondisi lapangan. (SR)
bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *