Kolaborasi Regional Bali-Nusra, NTB Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Capai 8 Persen

oleh -669 Dilihat

MATARAM, samawarea.com (7 November 2025) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mendorong kerja sama regional Bali–NTB–NTT menjadi model kolaborasi produktif di Indonesia, dengan menjadikan kawasan Bali-Nusra sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di kawasan Indonesia Timur.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bappeda NTB, Dr. Ir. H. Iswandi, M.Si, dalam kegiatan Bincang Kamisan edisi ke-16 yang digelar di UPTD Pusat Layanan Digital, Kamis (6/11). Acara ini juga menghadirkan Sekretaris Dinas Pariwisata NTB, Mulki, S.STP., M.M sebagai narasumber.

“Kerja sama Regional Bali, NTB, dan NTT merupakan strategi nyata untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi daerah sesuai arahan pemerintah pusat,” ujar Iswandi.

Menurutnya, Gubernur NTB L. Muhamad Iqbal menargetkan pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 8 persen melalui kerja sama lintas wilayah yang konkret dan terukur. NTB akan menjadi tuan rumah pertemuan lanjutan KR BNN pada November mendatang untuk memperkuat rencana kerja sama tersebut.

Kolaborasi ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan sebelumnya di Bali, dengan fokus pada penyatuan arah pembangunan di koridor Bali–Nusra.

Bali akan berperan sebagai pusat pariwisata budaya, NTB sebagai pusat pariwisata petualangan, dan NTT sebagai pusat pariwisata bahari.

Ketiga provinsi akan dihubungkan oleh penguatan konektivitas darat, laut, dan udara, untuk memperlancar arus barang, jasa, dan wisatawan.

Iswandi menegaskan, kerja sama ini tidak hanya berfokus pada pariwisata, tetapi juga mencakup sektor pertanian dan kelautan. Sedikitnya terdapat 15 komoditas pertanian (padi, bawang, sayuran, buah-buahan) dan 14 komoditas kelautan yang akan dikelola dalam kerangka perdagangan antarprovinsi.

“Seluruh OPD harus mampu mentransformasi kepentingan lintas daerah, bukan hanya kepentingan sektoral. Kita ingin melihat neraca perdagangan yang sehat, di mana NTB, Bali, dan NTT saling melengkapi kebutuhan satu sama lain,” tegas Iswandi.

Kerja sama ini akan diformalkan melalui penandatanganan dokumen resmi oleh tiga gubernur, menegaskan prinsip saling menguntungkan dengan orientasi jangka panjang. Implementasi program dijadwalkan mulai tahun 2026.

Selain penguatan ekonomi, peningkatan sumber daya manusia (SDM) menjadi fokus utama. Gubernur Iqbal mendorong pembangunan SDM yang sehat, cerdas, dan kompeten untuk mendukung pariwisata berstandar global dan ekonomi yang berdaya saing tinggi.

“Pariwisata bukan sekadar promosi, tapi membangun ekosistem lengkap SDM, keamanan, kebersihan, hingga layanan publik harus menuju standar global,” kata Iswandi.

Sekdis Pariwisata NTB, Mulki, menyebut kolaborasi ini sebagai langkah strategis menghidupkan kembali semangat kebersamaan provinsi-provinsi eks “Sunda Kecil” dalam bentuk modern.

“Kita tidak sedang bersaing, tetapi berkolaborasi. Bali, NTB, dan NTT adalah tiga mutiara pariwisata Nusra yang saling menguatkan,” ujarnya.

Mulki menjelaskan tiga konsep utama kolaborasi yang akan segera diwujudkan. Yaitu Integrated Promotion Tourism, pembuatan portal web bersama berisi konten promosi dan destinasi unggulan tiga provinsi.

Integrated Event Calendar, penyusunan kalender event bersama yang akan diluncurkan Desember 2025 di Kementerian Pariwisata RI.

Chance of Destination, paket wisata lintas provinsi Bali–NTB–NTT dengan konsep fun trip terpadu.

Selain sektor pariwisata, kerja sama ini juga memperkuat rantai pasok perdagangan antar daerah. Produk pertanian, perikanan, dan ekonomi kreatif NTB yang banyak dikonsumsi di Bali akan dikelola lebih efisien dan berdaya saing melalui kerangka KR BNN.

Dengan sinergi lintas provinsi ini, Pemerintah Provinsi NTB optimistis kawasan Bali-Nusra dapat menjadi lokomotif baru pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia Timur. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *