SUMBAWA BESAR, samawarea.com (2 Oktober 2025) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui Dinas Perdagangan memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan dan promosi produk kemiri asal Kecamatan Ropang, Kabupaten Sumbawa.
Dukungan ini diwujudkan dengan memfasilitasi partisipasi kelompok usaha kemiri dalam ajang bergengsi Trade Expo Indonesia (TEI) ke-40, yang akan diselenggarakan pada 15–19 Oktober 2025 di ICE BSD City, Tangerang.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari audiensi yang digelar pada 19 September 2025 lalu, antara Kelompok Kerja Kemiri Ropang, Tim Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), DPRD Sumbawa, dan PT Mujenah Kemiri Lombok bersama Kepala Dinas Perdagangan NTB.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas rencana strategis penanaman, pengembangan produksi, hingga pemasaran kemiri sebagai komoditas unggulan daerah.
Kepala Dinas Perdagangan NTB, Jamaluddin, S.Sos., M.T., menyampaikan bahwa partisipasi ini merupakan bentuk konkret dukungan pemerintah provinsi terhadap potensi lokal agar mampu menembus pasar nasional bahkan internasional.
“Kami ingin memastikan bahwa potensi kemiri dari Ropang mendapat tempat di pasar global. TEI adalah momentum yang tepat untuk memperkenalkan kualitas dan keunggulan produk lokal NTB kepada dunia,” ujar Jamaluddin.
Adapun nama-nama yang diundang untuk mewakili NTB dalam kegiatan ini antara lain Juliansyah, SE (Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa), Arsad (Pelaku Usaha Kemiri Kecamatan Ropang), Haji Ego Johardi (Pengusaha Kemiri Kecamatan Ropang), Yadi Hendra Saputra (Pelaku Usaha Kemiri Kecamatan Ropang) dan Fery Irawan (Pelaku Usaha Kemiri Kecamatan Ropang)
Trade Expo Indonesia merupakan pameran dagang internasional terbesar di Indonesia yang mempertemukan pelaku usaha dalam dan luar negeri untuk memperluas jaringan bisnis, termasuk sektor komoditas unggulan seperti pertanian dan perkebunan.
Menanggapi undangan dan dukungan dari Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Juliansyah, SE, Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa yang turut diundang sebagai peserta, menyampaikan apresiasi dan harapan besar atas inisiatif ini.
“Kami sangat mengapresiasi langkah Dinas Perdagangan NTB yang memfasilitasi petani dan pelaku usaha kemiri dari Ropang untuk tampil di Trade Expo Indonesia. Ini kesempatan besar untuk membuka pasar baru, memperluas jejaring bisnis, dan membawa nama baik Sumbawa di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Jul, sapaan politisi Demokrat asal Ropang ini.
Menurutnya, keberpihakan pemerintah terhadap komoditas lokal seperti kemiri adalah bagian dari strategi ketahanan ekonomi daerah berbasis potensi desa.
Sementara itu, Fery Irawan, salah satu pelaku usaha kemiri dari Kecamatan Ropang mengaku optimis bahwa ajang TEI akan membuka peluang besar bagi para petani kemiri.
“Kami para pelaku usaha kemiri sangat antusias. Selama ini pemasaran kami terbatas di lingkup lokal, dengan ikut serta di Trade Expo ini, kami berharap bisa tembus ke pasar ekspor,” ungkap Fery.
Ia juga menambahkan bahwa dukungan seperti ini sangat dibutuhkan oleh para pelaku UMKM di pedesaan yang seringkali terkendala akses promosi dan pasar.
Dengan partisipasi aktif dari unsur legislatif dan pelaku usaha langsung, diharapkan produk kemiri Ropang bisa mendapat perhatian serius dari pembeli internasional dan menjadi salah satu komoditas ekspor andalan NTB ke depan. (SR)






