SUMBAWA BESAR, samawarea.com (16 April 2025) – Sampai saat ini Bulog Sumbawa baru menyerap jagung sebanyak 7.000 ton dari sejumlah mitra usaha yang berada di Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat. Penyerapan ini terus dilakukan hingga memenuhi kuota yang ditetapkan sebanyak 23.000 ton.
Saat jumpa pers yang dihadiri Bupati Sumbawa, Kapolres, Asisten II, Kadis Pertanian, Kadis Kominfotik dan Pimpinan Komisi II DPRD, Rabu (16/4/25), Kepala Bulog Sumbawa, Zuhri Hanafi mengakui serapan awal ini masih sangat jauh dari target yang ditetapkan. Namun pihaknya berusaha untuk mengejar target tersebut.
Rendahnya serapan jagung oleh Bulog, ungkap Zuhri, karena gudang di sejumlah kecamatan masih penuh. Bahkan jagung yang terserap di tahun 2024 lalu sampai saat ini masih tersisa di gudang dan belum bisa dikeluarkan. “Ada 26.000 ton sisa serapan tahun 2024 lalu belum dikeluarkan karena mekanisme lelang masih berproses,” ujarnya.
Untuk mengurai permasalahan tersebut, Zuhri mengaku telah meminta pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) melakukan mobilisasi jagung. “Kami hanya sebatas regulator, yang berhak mengeluarkan jagung adalah Bapanas,” imbuhnya.
Jika mobilisasi jagung ini terealisasi, sambung Zuhri, gudang akan kosong dan penyerapan jagung akan dilakukan sesuai ketentuan. Mengenai harga jagung, Ia menyatakan akan disesuaikan dengan Kadar Air (KA). Untuk KA 30 persen sesuai ketetapan Bapanas yakni Rp 4.000 per kilogram, dan KA 20 persen Rp 4.100. Sedangkan Bulog menerima dari mitra seharga Rp 5.500 untuk KA 15 persen. (SR)






