SUMBAWA BESAR, samawarea.com (16 April 2025) – Salah satu dinas yang menjadi incaran untuk dilakukan penyegaran pada mutasi perdana pemerintahan Jarot—Ansori, adalah Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa. Dinas yang menangani hajat hidup sebagian besar masyarakat Sumbawa ini menjadi rebutan.
Selain dikenal sebagai ‘dinas basah, juga secara politik memiliki basis massa yang strategis. Tidak heran jika pada mutasi perdana mendatang, tersiar rumor bahwa jabatan Kepala Dinas Pertanian masuk dalam gerbong pertama.
Namun kabarnya rencana pergantian Kepala Dinas Pertanian terjadi kemelut. Sebab di lingkaran Jarot—Ansori masih berselisih sehingga terbagi dalam dua kelompok. Satunya menginginkan pergantian itu dipercepat, sebagian lainnya tidak ingin terburu-buru karena banyak persoalan pertanian yang harus diselesaikan.
Kendati demikian muncul sejumlah nama yang digadang untuk menempati posisi yang saat ini disandang Ir. Ni Wayan Rusmawati M.Si. Informasi yang diperoleh Tim Litbang Samawarea, selain nama incumbent, ada tiga nama yang menguat.
Yaitu Mukhlis, SP yang kini menjabat Sekdis Pertanian, Syaihuddin SP Sekdis Ketahanan Pangan, dan Syaifuddin SP Sekretaris BPBD Sumbawa.
Ketiganya dinilai memiliki latar belakang pendidikan dan kepangkatan yang memadai. Namun dari ketiga nama tersebut, Syaifuddin, SP disebut paling berpeluang besar menduduki kursi Kadis Pertanian. Hal ini tidak lepas dari kedekatannya secara personal dan politik, karena ia diketahui sebagai adik salah satu tokoh kunci dalam Tim Pemenangan Jarot—Ansori.
Meski demikian, mempertahankan Ir. Ni Wayan Rusmawati juga menjadi pilihan yang cukup rasional. Selama masa kepemimpinannya, banyak capaian yang telah ditorehkan. Dalam catatan media ini, di antaranya suksesnya Program Upland Bawang Merah, sehingga mendapat tambahan untuk tahap 2 dari Kementerian Pertanian RI yang dilaksanakan tahun 2025–2026. Petani lokal sudah banyak yang mengerti tentang budidaya bawang merah dan berangsur-angsur meninggalkan penggunaan pestisida kimia.
Yang lebih penting lagi, sudah banyak bantuan untuk petani mulai dari Alsintan, JUT, sumur bor dan sumur dangkal serta petani sudah mulai melakukan budidaya sendiri sehingga lahan mereka tidak lagi disewakan kepada pihak luar.
Demikian juga, luas tanam bertambah dengan produksi yang setiap tahun mengalami peningkatan baik padi maupun jagung. Artinya, telah terjadi peningkatan indeks pertanaman dari 1 kali menjadi 2, dari 2 ke 3 kali, dan seterusnya.
Hal ini karena bantuan pemerintah pusat dalam bentuk Alsintan, irigasi perpompaan, dan perpipaan, dilakukan merata di lokasi-lokasi yang memiliki sumber air permukaan. Banyak program lain yang dialokasikan sesuai dengan kondisi lapangan.
Masih pada masa Ni Wayan Rusmawati, dana DBCHT mengalami peningkatan setiap tahun dengan bertambahnya lahan pengembangan buah-buahan dataran tinggi. Selama ini hanya di Kecamatan Buer kini sudah menyebar dengan pola bantuan dari hulu ke hilir. Belum lagi bantuan mesin air merata di lokasi-lokasi yang memang membutuhkan. Seperti Orong Telu, Ropang, Maronge, Lopok, Empang, dan Rhee.
Terbaru, Kadis Wayan bersama Bupati berkunjung ke Bappanas guna mencari solusi terhadap persoalan jagung di Kabupaten Sumbawa. Di samping mengusulkan sejumlah Alsintan sebagai tindaklanjut instruksi Presiden Prabowo saat panen raya padi serentak. (SR)






