Manto Rame Ramia Semarakkan Car Free Night, Sekda: Budaya adalah Kekuatan Utama Pariwisata Daerah

oleh -197 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (28 Juni 2026)– Pemerintah Kabupaten Sumbawa bersama Komunitas SARAMBA (Samawa Ragam Media Budaya) kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan seni dan budaya daerah melalui pergelaran Manto Rame Ramia: Nada Tradisi dan Wisata Budaya. Kegiatan yang digelar di halaman Istana Sultan Muhammad Kaharuddin III, Sabtu (27/6/2026), menjadi bagian dari rangkaian Car Free Night.

Pergelaran ini menjadi ruang ekspresi bagi para seniman lokal dalam mengangkat kekayaan tradisi Sumbawa, mulai dari seni tari, musik etnik, lagu daerah, sekeco hingga gantao sebagai bagian penting dari sejarah dan identitas budaya bangsa.

Sejumlah penampilan memukau disuguhkan oleh Cinde Bulaeng dan Dum Rock melalui tarian tradisional, musik etnik, sekeco, serta atraksi gantao yang mendapat sambutan antusias dari masyarakat.

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP.  Hadir menyaksikan Direktur Warisan Budaya Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan RI, Dr. Agus Widiatmoko, S.S., M.Hum.

Dalam sambutannya, Sekda menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam memperkuat sekaligus melestarikan seni budaya daerah.

“Melalui Manto Rame Ramia yang diinisiasi oleh SARAMBA, sebuah komunitas yang konsen pada penguatan dan pelestarian budaya tau dan tana Samawa dengan melibatkan para pegiat seni budaya dan musisi Sumbawa,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi media yang efektif untuk memperkenalkan seni tradisi dan budaya Sumbawa kepada masyarakat luas sekaligus mempromosikan kekayaan budaya daerah.

Ia menilai langkah tersebut sangat penting karena Sumbawa diarahkan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan yang bertumpu pada kekuatan budaya sebagai daya tarik utama.

“Kedepan, kami berharap kegiatan ini mampu menjadi magnet bagi wisatawan untuk datang ke Sumbawa,” katanya.

Sekda juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mengembangkan kegiatan serupa dengan memperkuat sinergi bersama sektor ekonomi kreatif agar manfaatnya semakin luas, baik bagi pelestarian budaya maupun peningkatan ekonomi masyarakat.

Disebutkannya, nada tradisi, tari, dan musik merupakan elemen penting dalam wisata budaya yang mampu menghadirkan pengalaman berkesan bagi wisatawan. Selain menjadi hiburan, seni tradisi juga mencerminkan filosofi, nilai-nilai, dan sejarah masyarakat Sumbawa.

Sementara itu, Direktur Warisan Budaya Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan RI, Dr. Agus Widiatmoko, memberikan apresiasi atas upaya pelestarian budaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sumbawa bersama SARAMBA.

Ia menyatakan dukungannya terhadap pengembangan dan pelestarian berbagai warisan budaya yang dimiliki Sumbawa, termasuk Istana Dalam Loka, Istana Sultan Muhammad Kaharuddin III, dan Bala Kuning, sebagai aset budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi dan layak terus dijaga serta dipromosikan. (SR)

nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *