Pop Culture dan Pergerakan Trend (bagian kedua)

oleh -1024 Dilihat
Iwan Febriyanto

Oleh: Iwan Febryanto Vegan

Design is not just what it looks like and feels like. Design is how it works”, 

(Steve Job, co-founder and CEO of Apple) 

Misteri Kata Trend

Pemahaman nyata trend dicerita ini, penuh dengan  makna yang akan menuntun kita mengetahui cerita awal sejarah kata. Kata trend dan konsepnya tidak mendeskripsikan  hal baru. Namun, kebanyakan dalam wacana abad 21, kata tersebut digunakan hanya dalam lingkaran terbatas, terutama diantara kalangan ekonom dan ahli statitik. Abad 21 terakhir ke3, ia menjadi umum (biasa) dalam industri fashion. Dan kebanyakan melalui “fashion industry”, kata trend dan minat pada trend menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari kita ketika kita membicarakan tentang desain dan gaya hidup atau mode (Istilah desain dan gaya/mode seringkali bersinonim, tapi pada buku ini desain menunjukan pada objek rancangan individu, dimana gaya/mode mendeskripsikan paduan objek rancangan, sebagai  contohnya objek design dapat dipadukan menjadi gaya romantis  atau minimalis.

Aslinya trend adalah kata dari bahasa Inggris kuno yang berarti  ”berputar” ini memungkinkan kata ini sangat populer dikalangan ahli ekonomi dan ahli statistik, trend berarti ”arah kurva”. Ahli statistik seringkali menggunakan kata trend ketika arah kurva tidak terang/nyata sepenuhnya. Contohnya jika ada sedikit perubahan dalam kurva, ahli statistik yang cernat dan teliti akan bercakap dalam trend positif atau negatif pada kurva, dibandingkan mengatakan kurva itu naik atau turun (salah satu arah dapat positif atau negatif, tergantung pada penggambaran kurva/apa yang digambarkan kurva).

Ketika ahli statistik berbicara tentang trend, ada sedikit keraguan kita dalam  bekerja dengan kata faktual. Sebagai contoh, buku It’s Getting Better All the Time, dimana Stephen More dan Julian L.Simon menghadirkan ”100 Trend Besar dalam 100 Tahun” menggunakan dokumen statistika resmi, banyaknya perubahan telah mengambil alih/mendapat tempat di Amerika Serikat di abad -21. Penulis  mencoba menggunakan abad 21 sebagai garis waktu di daerah batas dan pergeseran dari trend kesehatan sampai transportasi menuju trend kekayaan, dokumen-dokumen penting yaitu apa yang mereka lihat sebagai perbaikan diseluruh area sepanjang periode  waktu. Di bawah ini beberapa statistik yang tercantum di It’s Getting Better All the Time:

Pertama : Pada tahun 1900, rata-rata minggu kerja di Amerika Serkat (dan negara lain ) adalah 60 jam. Orang-orang sering bekerja di hari Sabtu 12 jam. Tahun 1909, rata-rata minggu kerja jatuh menjadi 51  jam, dan tahun 1950 menjadi sekitar 40 jam. Namun 40 jam minggu kerja masih dianggap standar bagi orang-orang yang bekerja full-time.

Kedua: Hasilnya pekerja memiliki lebih banyak waktu luang hari ini. Penulis  mengutip ”hasil kerja” oleh sosiolog John Robinson yang mendapati rata–rata orang Amerika memperoleh kira kira 5 jam ekstra (waktu bebas) dalam seminggu selama 20 tahun periode 1965-1985. Banyak faktor pendukung contoh tersebut, seperti jumlah hari libur yang lebih dari 2 kalinya diantara 1960 dan 2000 di Amerika Serikat .

Bagi ahli sejarah, statistik tersebut penuh dengan arti trend, tapi untuk seseorang yang berkecimpung di industri atau sosiologis, itu bukan seluruhnya trend. Mereka tidaklah sekedar statistika dokumentasi dalam perubahan sejarah. Bagi sosiologi trend, fokus studi trend bukan terhadap sesuatu yang telah terjadi, melainkan prediksi sesuatu yang akan terjadi pada hal-hal yang pasti dimasa depan. Spesifiknya, sesuatu yang akan diterima oleh rata-rata orang. Seseorang yang bekerja dengan atau berminat di design dan style juga akan menggunakan kata trend untuk memfokuskan pada tanda perubahan paling awal  atau generasi pertama, seperti minat tiba-tiba pada perhiasan di pakaian wanita sebagai ornament atau konsumen terpikat pada tipe mobil dan kendaraan baru.

Dengan jelas, trend berarti berbeda hal berbeda orang. Namun  masih banyak orang yang menggabungkan kata trend dengan design dan style. Ini membuat kita faham karena salah satu majalah yang pertama kali menggunakan kata tersebut sampai 1936  ketika Asosiasi Design dan Industri (Design & Industries Association) di Inggris menerbitkan majalah dengan nama ”Trend” yang menandakan artikel tentang produk baru dan design baru.

Kebanyakan orang-orang yang  memiliki minat atau bekerja dengan trend dapat menggunakan kata ini dengan berbagai cara. Di majalah populer, kita melihat headline seperti ”Trend Baru Furniture”. Dalam kasus ini trend berarti warta berita produk atau produk baru. Seseorang yang bekerja di dunia design atau perancangan  dapat berbicara tentang trend mengenai pakaian mode baru, aliran style arsitektur dan interior baru, koleksi mobil baru dari manufaktur  mobil skala besar misalnya trend mobil sedan produksi Mercedez Benz, Toyota, Honda, dan trend mobil lainnya produksi Mitsubihi Jepang, atau motorcyclist Harley Davidson di Amerika Serikat. Ini akan menjadi pertimbangan pembangunan produksi industri mobil.  Jadi dalam kasus ini trend  dapat diartikan sebagai pengembangan produk. Akhirnya, ahli sosiologi akan berbicara tentang bagaimana pergerakan trend dari trendsetter ke mainstream. Dalam kasus ini trend menunjukkan proses perubahannya secara terus menerus. Penggunaan kata tersebut terkoneksi, maka anda dapat mengatakan trend adalah proses perubahan di-yang (kadang-kadang) menghasilkan produk baru. Definisi mana yang anda gunakan,  percaya akan hal mana dari aliran ini yang akan menjadi fokus perhatian anda.

Seorang Jurnalis, sebagai contoh lebih fokus pada definisi pertama, produk berita atau isu terkini,  karena berita adalah apa yang mereka tulis. Majalah Time dan majalah populer lainnya di Indonesia seperti Kartini, Femina, Playboy atau koran Tempo, Kompas, untuk sebagian media mainstream sebagai contoh telah menandai dan merencanakan kolom “Trend” dengan menentukan sebagai contoh paling akhir dari fashion, cocktails, teknologi dan perjalanan. Ini juga merupakan pemahaman dari kata yang sebagian besar dimiliki oleh para  konsumen. Perkembangan paling progresif dapat anda saksikan pada media Televisi, sebut saja Metro TV dalam dua tahun ini sejak tahun 2008 telah menyediakan program khusus mengenai Trend. Secara teratur ditampilkan Trends design dan style pakaian, trend rumah idaman dengan interior dan arsitekturnya hingga trend makanan dan kulineri.

Definisi kedua, perkembangan produk   digunakan di berbagai industri dan  perusahaan busana sampai perusahaan penerbitan buku (publisher). Ini menunjukkan bahwa pada perkembangan produk yang sedang berjalan di perusahaan trendsetting (pengaturan trend). Perusahaan- perusahaan tersebut menciptakan sesuatu yang baru dan perusahaan lainnya meniru produk baru tersebut atau mendapatkan inspirasi  daripadanya untuk selanjutnya menciptakan produk yang lebih inovatif dan kreatif. Demikianlah seterusnya trend bergerak dan saling mempengaruhi melalui kombinasi antara pengetahuan tentang produk baru, gagasan baru dan momentum menguji produk ditengah pergerakan trend.

Definisi ketiga menunjuk pada proses perubahan yang bermula dari trendsetter lalu berpindah ke arus utama (mainstream); akhirnya perubahan ini bahkan dapat gugur dari kesenangan dan ditinggalkan . Dengan pemakaian kata-kata ini jika sesuatu adalah trend, kita lekas memproses hal ini dan kita memfokuskan  pada tanda pertama perubahan dengan cara memperhatikan bagaimana gerakan perubahan itu terjadi dan saling mempengaruhi.

Covid 19 menahan pergerakan trend

Fokus dalam artikel ini ada pada definisi ketiga dan bagaimana proses ini terjadi  dan tempat mana saja yang mempengaruhi cerita trend dan bagaimana suatu trend datang dan pergi. Trendsetter memainkan peran yang sangat penting dalam proses ini, sebagaimana akan  kita pelajari dan kita akan menemukan satu persatu seperti halnya kita menyelidiki atau mempelajari alur sebuah cerita detektif. Istilah trendsetter dengan jelas berasal dari kata trend. Pada awal pertengahan 1960, keduanya bersejarah dan hari ini kata trendsetter kebanyakan digunakan dalam hubungannya dengan design dan style.

Tapi trend sendiri tidak terbatas pada desain dan style, mereka juga mempengaruhi apa yang kita makan dan minum (eat and drink); apa yang kita suka baca (read), film yang ingin kita tonton (watch) dan area lainnya dari apa yang kita gunakan sebagai kata ”rasa” (feel) untuk menggambarkan apa yang kita suka. Sebagai contoh, kita katakan ”rasa/cita rasa saya pada makanan”. Oleh karena itu, kisah  detektif ini mengikuti perubahan dalam style dan rasa. Sama baiknya dengan kebiasaan di sekitar style dan rasa. Ini bisa terjadi  pada makanan, sebagai contoh makanan bakso pada era 1970an dianggap sebagai makanan pelengkap setelah makan berat, namun dekade ini bakso sudah menjadi makanan yang dapat dikonsumsi setiap waktu pagi hari, siang, sore maupun malam. Bakso dapat ditemui dimanapun dan kapanpun kita menginginkannya. Demikian pula makanan Meksiko ’Tortilla’ bagi orang Meksiko. Makanan Jepang bagi orang Jepang shusi, tempura, shabu-shabu, sukiyaki. Makanan ini sangat trend dan populer bagi orang Jepang dan kini makanan Jepang juga telah mengglobal. Tapi agar tidak terlalu berulang, berkali kali saya akan menunjuk hanya pada style, meskipun seringkali berarti  ”style dan cita rasa”.

Pertanyaan menggelitik siapakah yang dapat menahan pergerakan trend?

Sejauh ini berbagai kebudayaan konservatif tidak mampu membendung trend. Berbagai ideology garis keras dan radikal juga tidak sanggup membendung laju gerakan trend. Ditengah kancah perang dan konflik, seniman Palestina meluncurkan aliran seni baru. Namun trend sejenak tertahan dan terhenti saat pandemic Covid 19 melanda 170 kota penting dunia. Milan, Paris dan kota-kota pusat trend fashion and designer tutup beberapa bulan setelah kota itu dinyatakan Lockdown. Industri otomotif design baru ditunda peluncurannya hingga tahun depan. Tradisi makan di resto berubah, budaya salam dan ciuman diubah dengan say hello dan social distancing. Pandemik Covid 19 benar-benar menahan pergerakan trend dan mengajak semua manusia membuat kesepakatan baru dengan alam. Sebuah kesepakatan tanpa lobi politik dan kekuasaan. Regularitas alam semesta bekerja dan berusaha menjaga keseimbangannya bagi kelangsungan kehidupan.

bersambung……

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *