Kunjungan Fud Syaifuddin ke Inak Sahar dan Amak Muhtar: Sebuah Panggilan Hati untuk Terus Berbuat Baik

oleh -1428 Dilihat

Sumbawa Barat.Samawarea.com ( 16/9/2024)
Fud Syaifuddin, ST Wakil Bupati Kabupaten Sumbawa Barat yang juga calon Bupati, melakukan kunjungan ke kediaman Inak Sahar dan Amak Muhtar, pasangan lansia dengan kondisi memprihatinkan. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya Fud Sayfuddin untuk memantau pelaksanaan program Pariri Lansia dan mengevaluasi dampaknya terhadap masyarakat, khususnya mereka yang hidup dalam kondisi rentan seperti inak Sahar dan Amak Muhtar.

Inak Sahar, seorang wanita lansia yang menderita kebutaan, dan Amak Muhtar, yang mengalami kelumpuhan total sehingga tidak bisa bangkit dari tempat tidur, menyambut kedatangan Fud Sayfuddin dengan penuh haru. Keduanya, meskipun dalam kondisi yang sangat memprihatinkan, menunjukkan rasa terima kasih yang mendalam kepada Fud Sayfuddin atas perhatian yang diberikan.

“Saya percaya bahwa pemimpin yang benar-benar peduli dengan masyarakatnya akan mempermudah urusannya,” ujar Amak Muhtar dengan penuh keyakinan. “Dan saya yakin Pak Fud akan terpilih menjadi Bupati nantinya,” tambahnya. Keyakinan tersebut menegaskan harapan mereka akan perubahan positif yang diharapkan datang dari pemimpin yang peka terhadap kondisi masyarakatnya.

Sementara itu, Inak Sahar juga mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam. “Kami sangat bersyukur karena ada pemimpin yang mau melihat kondisi kami seperti ini. Semoga Pak Fud bisa menjadi Bupati karena kepeduliannya terhadap kami, masyarakat yang sangat membutuhkan,” tuturnya dengan penuh harapan.

Dalam kesempatan tersebut, Fud Syaifuddin menyatakan rasa penyesalannya sebagai Wakil Bupati. “Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya karena sebagai Wakil Bupati, kami belum dapat memberikan bantuan yang optimal untuk kakek dan nenek ini. Program Pariri Lansia seharusnya dapat menjangkau mereka, dan ini adalah alasan saya maju sebagai calon Bupati—agar tidak ada masyarakat yang terabaikan dalam hal bantuan yang seharusnya mereka terima,” ungkapnya dengan nada penuh penyesalan.

Fud juga menegaskan betapa terpukul dirinya melihat kondisi ini. “Sebagai Wakil Bupati, saya sangat terpukul melihat kenyataan bahwa ada masyarakat yang layak mendapatkan bantuan, namun tidak menerima bantuan tersebut. Ini adalah sebuah dosa bagi kami sebagai pemimpin. Pada periode pertama, semua masyarakat yang layak mendapatkan bantuan Pariri Lansia dan disabilitas terpenuhi dengan merata, namun pada periode kedua terdapat pengurangan bantuan yang tanpa persetujuan saya sebagai Wakil Bupati. Saya tidak dapat berbuat banyak dalam hal ini, sehingga terjadilah kasus seperti ini,” jelasnya dengan penuh penyesalan.

Sebagai langkah nyata dari kepeduliannya, Fud Syaifuddin memberikan bantuan berupa kebutuhan sehari-hari serta perbaikan tempat tidur agar lebih layak ditempati. Langkah ini tidak hanya menunjukkan kepedulian pribadi, tetapi juga komitmennya untuk memperbaiki dan memastikan bahwa bantuan yang seharusnya diterima oleh masyarakat tidak terabaikan di masa depan.

Kunjungan ini merupakan momen penting yang menggarisbawahi pentingnya perhatian dan tanggung jawab pemimpin terhadap kondisi masyarakatnya. Semoga langkah-langkah yang diambil akan membawa perubahan positif dan memperbaiki pelaksanaan program-program bantuan sosial di masa depan.

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *