SUMBAWA BESAR, samawarea.com (11 Juli 2026) – Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKS Dapil NTB I, H. Johan Rosihan, S.T., M.H., memberikan apresiasi atas respons cepat dan kerja keras tim gabungan Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Jabalnusra bersama Balai Taman Nasional Tambora dalam menangani kebakaran hutan yang melanda kawasan Resor Piong sejak 5 Juli 2026.
“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada personel Manggala Agni, petugas Balai TN Tambora, dan Masyarakat Peduli Api yang telah bergerak sejak titik api pertama terdeteksi di Pos 4 Resor Piong. Mereka bertaruh nyawa menembus medan terjal dan berjalan kaki sekitar lima jam menuju lokasi kebakaran demi menyelamatkan kawasan konservasi yang menjadi warisan ekologis Tana Samawa,” ujar Johan.
Berdasarkan laporan yang diterima, kebakaran telah berdampak pada sekitar 1.900 hektare kawasan savana dan semak belukar, membentang dari Pos Bayangan hingga bibir Kaldera Tambora. Johan menilai kecepatan eskalasi penanganan mulai dari pemadaman awal oleh personel resor, permintaan dukungan ke Balai Dalkarhut Jabalnusra, hingga penurunan 12 personel tambahan dari Seksi Wilayah III Mataram pada 8 Juli 2026 menunjukkan sistem tanggap darurat kebakaran hutan di NTB berjalan sesuai prosedur, meski menghadapi keterbatasan akses dan cuaca ekstrem.
“Topografi terjal, angin kencang, dan vegetasi savana yang mudah terbakar adalah tantangan nyata di lapangan. Dalam kondisi seperti itu, respons dalam hitungan hari untuk memobilisasi personel lintas wilayah adalah capaian yang patut dihargai,” tegasnya.
Terkait dugaan penyebab kebakaran akibat aktivitas manusia — mulai dari indikasi perburuan rusa, aktivitas pencari madu, hingga dugaan keterlibatan oknum pembawa tamu/pendaki — Johan mendorong proses penyelidikan dituntaskan secara transparan dan tegas.
“Saya minta penyebab dan pelaku diusut tuntas. Kawasan konservasi bukan tempat aktivitas ilegal, dan penegakan hukum harus menjadi efek jera agar kejadian serupa tidak berulang,” kata politisi PKS ini.
Sebagai Anggota Komisi IV yang membidangi kehutanan, Johan menyatakan akan mengawal kebutuhan anggaran dan peralatan pengendalian kebakaran hutan, termasuk dukungan alat seperti jet shooter dan sarana mobilisasi personel, agar Balai TN Tambora dan Manggala Agni memiliki kapasitas memadai menghadapi musim kemarau ke depan.
“Ini menjadi catatan penting bagi kita di DPR untuk memastikan anggaran perlindungan kawasan konservasi, khususnya di wilayah kepulauan yang aksesnya sulit seperti Tambora, tidak dipangkas secara pukul rata,” pungkas Johan. (SR)






