Sumbawa Barat, Samawarea.com ( 18/8/2024)
Dalam sebuah rapat koordinasi yang digelar di Bale Santong, Calon Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, ST, M.M., menegaskan komitmennya untuk memperkuat barisan dan bekerja keras selama 90 hari ke depan guna memberikan solusi nyata bagi setiap permasalahan yang ada di wilayah Sumbawa Barat. Fud, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Bupati, menyatakan bahwa banyak program baik yang telah dilaksanakan selama ini, namun masih ada kekurangan yang perlu diperbaiki dan disempurnakan.
“Kami hadir untuk menyempurnakan program-program baik yang telah ada sebelumnya. Kekuasaan ini harus dibagi secara adil, oleh karena itu kami menggandeng Aher sebagai bentuk pemerataan, guna membangun kolaborasi yang kuat antar dapil. Seteluk adalah suara kedua terbanyak, dan itu harus menjadi perhatian utama,” ungkap Fud dalam rapat tersebut.
Fud menyampaikan kekhawatirannya terhadap beberapa program yang dinilai hanya menguntungkan kelompok tertentu saja. Ia berjanji, jika terpilih nanti, program-program yang dijalankannya akan lebih fokus pada pemerataan bantuan tanpa harus mendahulukan kepentingan kelompok atau keluarga tertentu. Bantuan tersebut akan diberikan berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat.
“Salah satu contoh adalah program Bariri, yang pada dasarnya sangat baik karena mendorong masyarakat untuk menabung. Namun, pelaksanaannya banyak membuat masyarakat kesulitan dalam mendapatkan bantuan, bahkan memaksa mereka berhutang dan menjual bantuan yang seharusnya untuk mereka gunakan. Dalam penyempurnaan program kami, syarat menabung untuk mendapatkan bantuan akan dihilangkan, agar masyarakat tidak terbebani. Bantuan dari pemerintah harus benar-benar membantu masyarakat tanpa syarat yang memberatkan, namun kami juga akan memperkuat pengawasan agar bantuan tepat sasaran dan tidak disalahgunakan,” jelas Fud.
Lebih lanjut, Fud menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki sentimen terhadap siapapun yang memberikan bantuan kepada masyarakat dengan menggunakan uang pribadi untuk kepentingan pribadi. Namun, ia menentang keras penggunaan anggaran APBD untuk kepentingan pribadi, yang menurutnya merupakan tindakan yang tidak etis dan merugikan masyarakat.
“Jangan takut kalah dalam bertarung di Pilkada Sumbawa Barat, karena semua sudah ditakdirkan. Lakukan saja proses yang baik dan biarkan Allah yang menentukan takdir kita,” tambahnya.
Fud juga berjanji bahwa dalam penerapan program-programnya nanti, ia tidak akan memandang dari mana asal seseorang, apakah suku Bima, Sumbawa, Lombok, atau lainnya. Selama mereka ber-KTP Sumbawa Barat, mereka berhak mendapatkan kebijakan dari pemerintah.
Pernyataan ini disampaikan oleh Fud Syaifuddin di hadapan para relawan Fud-Aher se-Sumbawa Barat dalam acara rapat koordinasi yang berlangsung dengan penuh antusiasme. Rapat ini menjadi momentum bagi Fud untuk mempertegas visi dan misinya dalam membangun Sumbawa Barat yang lebih adil dan merata, dengan fokus utama pada kesejahteraan masyarakat tanpa diskriminasi.






