Darurat Sampah Pasca Karnaval Budaya: Waktunya Bertindak untuk Lingkungan

oleh -1150 Dilihat

Sumbawa Barat Samawarea.com ( 23/8/2024) Setelah karnaval budaya yang berlangsung meriah, Kota Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat kini menghadapi masalah serius terkait prilaku masyarakat yang tidak mencintai lingkungan. Pasalnya, sampah plastik dari karnaval yang diadakan baru-baru ini berserakan bahkan diberbagai tempat teelihat ada tumpukan sampah plastik, menimbulkan kekhawatiran akan dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Karnaval budaya tersebut memang menjadi ajang kreatifitas yang menarik, di mana peserta menggunakan bahan plastik yang diolah menjadi berbagai kostum dan aksesori. Namun, penggunaan plastik yang meluas ini justru menimbulkan masalah lingkungan yang signifikan. Setelah acara berakhir, sisa-sisa plastik yang tidak terkelola dengan baik terlihat berserakan, menciptakan pemandangan yang tidak sedap dan berpotensi menambah beban sampah di kota ini.

Mars Anugerainsyah Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumbawa Barat, mengungkapkan keprihatinannya terkait kondisi ini. “Darurat sampah ini harus menjadi perhatian serius bagi kita semua. Daur ulang lah plastik bekas, bukan beli plastik baru untuk jadi sampah baru. Mari kita jaga sebagian iman yang ada (itupun kalau masih ada),” ujarnya dengan nada tegas. Pernyataan ini menekankan perlunya kesadaran dan tindakan proaktif dalam mengelola sampah, serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai yang merusak lingkungan.

Penting untuk diingat bahwa setiap kegiatan besar, seperti karnaval budaya, tidak hanya menyisakan kenangan indah, tetapi juga tanggung jawab terhadap lingkungan. Penggunaan plastik memang dapat memberikan kesan visual yang menarik, namun dampak negatif dari sampah plastik yang menumpuk dapat merusak ekosistem dan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, pengelolaan sampah pasca acara menjadi kunci untuk meminimalisir dampak tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup meminta kepada semua pihak, terutama panitia acara dan peserta, untuk lebih memperhatikan pengelolaan sampah di masa mendatang. “Kami mengimbau kepada seluruh pihak untuk lebih bijaksana dalam menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan dan memastikan sampah yang dihasilkan dikelola dengan benar,” tambahnya.

Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Mari kita ambil pelajaran dari kejadian ini dan berkomitmen untuk bertindak lebih baik di masa depan. Karena sekuat dan sebagus apapun program dan kerja pemerintah, tanpa adanya dukungan dari masyarakat secara luas, maka pencapaian target pengurangan sampah plastik dan limbah lainnya akan sulit tercapai. Menjaga lingkungan adalah bagian dari menjaga masa depan kita sendiri.

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *