Proyek Optimalisasi SPAM Semongkat Mulai Dikerjakan, Debit Air Ditarget Naik Jadi 150 Liter per Detik

oleh -115 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (13 Mei 2026) — Proyek optimalisasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Semongkat mulai dikerjakan tahun ini. Program yang dilaksanakan melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas layanan air bersih bagi masyarakat Kabupaten Sumbawa.

Kepala Bapperinda Kabupaten Sumbawa, Dr. Dedi Heriwibowo, yang juga mantan Plt Direktur PDAM Batu Lanteh, Selasa (12/5) menjelaskan bahwa pekerjaan yang sedang berjalan mencakup rehabilitasi jaringan distribusi utama mulai dari Semongkat hingga Instalasi Pengolahan Air (IPA).

“Yang dikerjakan sekarang adalah rehabilitasi jaringan distribusi utama. Jadi dari Semongkat sampai IPA direhab, termasuk pipanya juga dilakukan rehabilitasi,” ujarnya.

Untuk proyek tersebut, pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sebesar Rp 19,3 miliar. Pelaksanaan fisik dimulai sejak 21 April 2026 dan ditargetkan rampung pada 31 Desember 2026.

“Tendernya di pusat. Kami mendapat laporan bahwa pekerjaan sudah dimulai dan kemarin juga sudah dilakukan sosialisasi di daerah,” jelasnya.

Melalui optimalisasi SPAM Semongkat ini, kapasitas debit air yang sebelumnya sekitar 100 liter per detik ditargetkan meningkat menjadi 150 liter per detik. Dengan tambahan kapasitas 50 liter per detik tersebut, cakupan layanan pelanggan diperkirakan meningkat signifikan.

“Kalau hitungannya, setiap tambahan satu liter per detik bisa melayani sekitar seribu sambungan rumah. Jadi dengan tambahan 50 liter per detik, potensi penambahan pelanggan bisa sangat besar atau 50 ribu pelanggan,” katanya.

Namun demikian, Dr. Dedi mengakui masih ada pekerjaan rumah lanjutan, terutama pada pengembangan jaringan sekunder hingga sambungan rumah tangga.

Menurutnya, proyek yang dikerjakan pemerintah pusat saat ini baru menyasar jaringan utama dan instalasi pengolahan air. Sedangkan jaringan sekunder menjadi kewenangan pemerintah provinsi, sementara jaringan tersier dan sambungan rumah menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten.

“Yang utama dulu diselesaikan, baru bertahap ke jaringan sekunder dan sambungan rumah,” terangnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi NTB telah menyatakan kesiapan membantu pembangunan jaringan sekunder dengan nilai usulan sekitar Rp 8 miliar.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Sumbawa merencanakan pembangunan jaringan tersier dan sambungan rumah dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp 16 miliar yang akan dilaksanakan secara bertahap mulai tahun ini hingga tahun depan.

“Usulan optimalisasi ini sudah berproses sejak 2024, dilanjutkan 2025, dan pelaksanaan fisiknya berlangsung tahun 2026,” bebernya. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *