Pelepasan Siswa SMP Jangan Membebani, Dinas Dikbud Dorong Peran Penuh Orang Tua

oleh -93 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (13 Mei 2026) — Polemik kegiatan pelepasan siswa SMP setiap akhir tahun ajaran kembali menjadi perhatian dalam rapat rutin Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kabupaten Sumbawa, Rabu (13/5/2026).

Dalam forum tersebut, Junaidi, S.Pd.,M.Pd selaku Kepala Bidang Pembinaan SMP Dikbud Sumbawa, menegaskan pentingnya mengembalikan pelaksanaan acara pelepasan siswa ke pelukan dan kasih sayang orang tua, bukan menjadi tanggung jawab sekolah.

Menurutnya, selama ini sekolah kerap berada pada posisi yang sulit. Di satu sisi, terdapat harapan sebagian orang tua agar kelulusan anak dirayakan secara khusus, namun di sisi lain muncul pengaduan terkait biaya kegiatan yang dianggap memberatkan.

“Edaran Dinas sebenarnya sudah sangat jelas. Kuncinya adalah musyawarah dan yang paling krusial izin tertulis dari orang tua,” ujar Junaidi di hadapan para kepala SMP.

Ia menegaskan bahwa izin tertulis bukan sekadar formalitas administratif, melainkan bentuk tanggung jawab hukum karena siswa SMP masih berada di bawah tanggung jawab penuh orang tua atau wali.

Junaidi juga menekankan bahwa kegiatan pelepasan siswa tidak termasuk dalam kalender pendidikan resmi sekolah. Karena itu, sekolah tidak seharusnya menjadi pihak utama penyelenggara kegiatan tersebut.

“Tugas sekolah adalah mendidik sampai tuntas. Kalau ada keinginan merayakan kelulusan, itu menjadi ranah orang tua atau wali murid, bukan sekolah,” tegasnya.

Dalam arahannya, Junaidi menilai banyak orang tua memiliki kemampuan dan kreativitas untuk mengorganisir kegiatan pelepasan secara mandiri. Karena itu, ia mendorong agar kegiatan tersebut sepenuhnya menjadi inisiatif para orang tua, mulai dari konsep acara hingga sumber pendanaannya.

“Serahkan ke orang tua acaranya. Biarkan mereka bergotong royong menunjukkan cinta kepada anak-anaknya melalui perayaan yang mereka inisiasi sendiri,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan sekolah tetap memiliki peran penting sebagai fasilitator dengan menyediakan tempat di lingkungan sekolah agar kegiatan tetap aman, tertib, dan terkendali.

“Sekolah cukup menjadi tuan rumah yang baik, menyediakan ruang bagi para orang tua untuk berekspresi,” imbuhnya.

Di akhir rapat, Junaidi berharap pemahaman bersama ini dapat mengurangi polemik tahunan terkait acara pelepasan siswa sekaligus menjaga marwah sekolah agar tetap fokus pada tugas utama dalam mencerdaskan anak bangsa. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *