SUMBAWA BESAR, samawarea.com (12 Mei 2026) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus mendorong kelanjutan pembangunan Terusan Samota sebagai salah satu infrastruktur strategis yang diyakini mampu mendongkrak sektor pariwisata, perkebunan, hingga peternakan di Pulau Sumbawa.
Kepala Bapperinda Kabupaten Sumbawa, Dr. Dedi Heriwibowo yang ditemui di ruang kerjanya, Selasa (12/5/26) mengatakan, pembangunan lanjutan Terusan Samota sepanjang sekitar 1,4 kilometer telah diusulkan untuk dikerjakan pada tahun 2027.
“Penyelesaian jalan dan jembatan Terusan Samota sudah diusulkan untuk tahun 2027 dengan rencana anggaran sekitar Rp 236 miliar,” ujar Doktor Dedi.
Menurutnya, usulan tersebut telah dibahas dalam rapat koordinasi tindak lanjut usulan infrastruktur Kabupaten Sumbawa bersama Balai Pelaksana Jalan Nasional di Mataram pada 6 Mei 2026 lalu.
“Ini sudah masuk dalam usulan. Kita berharap mudah-mudahan bisa goal pada tahun 2027,” katanya.
Doktor Dedi menegaskan, hingga saat ini belum ada perubahan desain pembangunan Terusan Samota. Konsep pembangunan jalan dan jembatan tetap menggunakan model konstruksi yang melintasi kawasan rawa.
“Masih menggunakan desain sebelumnya, yakni model jalan dan jembatan di atas rawa-rawa yang ada di sana,” terangnya.
Ia menilai keberadaan Terusan Samota sangat penting karena akan memangkas waktu tempuh menuju kawasan wisata Tambora secara signifikan. Nantinya akses jalan tersebut akan terkoneksi dengan Pelabuhan Penyeberangan Ai Bari menuju Tambora.
“Kalau nanti sudah tersambung dengan penyeberangan Ai Bari, waktu tempuh ke Tambora hanya sekitar satu setengah sampai dua jam menggunakan kapal feri. Kalau lewat darat bisa lima sampai enam jam,” ungkapnya.
Dengan pemangkasan waktu tempuh hingga sekitar empat jam, kawasan Samota dan Tambora diyakini akan berkembang pesat, khususnya di sektor pariwisata.
“Ke depan wilayah Tambora dan kawasan Samota akan berkembang pesat di bidang wisata. Selain itu potensi perkebunan dan peternakan di sana juga akan ikut berkembang,” ujarnya.
Dikatakan Doktor Dedi, manfaat proyek strategis tersebut tidak hanya dirasakan Kabupaten Sumbawa, tetapi juga akan berdampak positif bagi Kabupaten Dompu dan Bima. (SR)






