Sumbawa Barat, Samawarea.com ( 28/8/2024)
Ahmad Salim, bakal calon Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), mengklarifikasi bahwa keputusan dirinya untuk maju dalam Pilkada KSB tidak terkait dengan perintah dari PT. Amman Mineral Nusatenggara, perusahaan tempatnya bekerja sebelumnya sebagai Senior Manager. Pernyataan ini disampaikan Salim dalam konferensi pers di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) KSB setelah proses pendaftaran calon.
Dalam pernyataannya, Ahmad Salim menegaskan, “Saya memutuskan untuk maju dalam Pilkada KSB atas dorongan pribadi dan komitmen saya untuk daerah ini. Saya merasa telah banyak menerima berkah dari tanah Pariri Lema Bariri melalui perusahaan Amman, dan saat ini saya merasa bertanggung jawab untuk memberikan kontribusi yang lebih langsung kepada masyarakat KSB.” Salim menambahkan, keputusan tersebut murni didorong oleh keinginan pribadinya untuk membawa perubahan positif di KSB, bukan karena adanya intervensi dari perusahaan.
Salim juga memaparkan visinya untuk KSB dengan menekankan pentingnya mengembalikan daerah tersebut ke jalan yang benar, yaitu menuju peradaban fitrah. Dalam konferensi tersebut, ia mengkritisi sejumlah proyek pembangunan yang dinilai belum memenuhi harapan masyarakat. “Salah satu prioritas saya adalah menuntaskan pembangunan Rumah Sakit yang tertunda, memperbaiki pasar yang belum optimal, dan mengoperasikan Dermaga Labuan Lalar yang telah lama mangkrak,” tegas Salim.
Ia juga mempertanyakan lamanya waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek-proyek tersebut. “Apa perlu sepuluh tahun untuk menyelesaikan Rumah Sakit yang belum tuntas? Apa sepuluh tahun cukup untuk menjadikan pasar sebagai pasar yang sesungguhnya? Dan apa sepuluh tahun belum cukup untuk mengoperasikan Dermaga Labuan Lalar?” ungkap Ahmad Salim dengan penuh keprihatinan.
Kemunculan paket Ahmad Salim-Naser dalam bursa Pilkada KSB memang mengejutkan banyak pihak. Pasangan ini muncul mendekati waktu pendaftaran, sedangkan pasangan lain sudah jauh-jauh hari memantapkan diri dan telah memperkenalkan diri ke publik. Diantaranya, pasangan Amar-Nani yang sempat diisukan akan menghadapi kotak kosong, kemudian munculnya pasangan independen yang memenuhi syarat untuk mengikuti pilkada, serta Fud-Aher yang meskipun diisukan mengalami kendala dukungan kursi di DPRD KSB, akhirnya mendapatkan dukungan dari Gerindra.
Dalam gejolak politik yang luar biasa, kehadiran paket Ahmad Salim-Naser mendekati batas waktu pendaftaran menimbulkan spekulasi di kalangan masyarakat. Ada asumsi bahwa pasangan ini mungkin didorong oleh dukungan perusahaan, mengingat latar belakang Salim di dunia pertambangan. Isu ini semakin mencuat setelah Naser sempat diisukan akan berpasangan dengan Fud Sayfuddin, namun isunya batal karena alasan biaya yang dikeluarkan dalam Pemilihan Legislatif sebelumnya, sehingga Fud- Naser batal berpasangan
Meski begitu, Ahmad Salim dan Naser tetap berusaha meyakinkan publik bahwa keikutsertaan mereka dalam Pilkada KSB adalah hasil dari niat baik dan komitmen untuk memperbaiki kondisi daerah, bukan karena adanya intervensi dari perusahaan.






