Sumbawa Barat, Samawarea.com ( 17/3/2024)
Momentum kebersamaan dalam nuansa kekeluargaan dirasakan dalam setiap lantunan Sakeco pada acara Buka Puasa Bersama yang diselenggarakan Profesor Din Syamsuddin, yang menjadi magnet bagi diaspora Sumbawa dan Sumbawa Barat di Jabodetabek setiap tahunnya.
Suasana nostalgia masa lalu terpatri dalam irama dan syair Sakeco yang menghipnotis para tamu undangan, seolah membawa mereka terhanyut dalam romantisme tanah kelahiran. Namun, tahun ini, kehangatan itu bertambah dengan kehadiran dua pasang pelantun Sakeco dari KSB yang didatangkan oleh Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin., MM.
Pada malam yang penuh keceriaan itu, lantunan syair-syair Sakeco bukan sekadar mengiringi kepergian para tamu, tetapi juga mengundang mereka untuk menikmati kembali momen-momen indah tersebut. Profesor Din Syamsuddin dan Bupati Sumbawa Barat, bersama tokoh-tokoh lainnya, terhanyut dalam keindahan lantunan Sakeco yang membawa pesan kekayaan seni tutur.
Dalam kesempatan tersebut, Profesor Din Syamsuddin tidak bisa menyembunyikan kekagumannya. “Terima kasih kepada Bupati KSB atas kehadiran dan hiburan yang luar biasa. Meskipun saya tidak selalu memahami sepenuhnya makna setiap kata dalam lantunan Sakeco, namun keindahannya membuat saya sangat terhibur. Malam ini saya sebut sebagai Tadarus Budaya, di mana kita menghadirkan kekayaan seni tutur yang perlu kita lestarikan dan kembangkan, seperti halnya Madihin dari Banjarmasin. Ini adalah warisan budaya yang harus kita rawat dengan baik.”
Dengan demikian, Tadarus Budaya bukan sekadar acara, tetapi juga panggung kebanggaan dan keindahan seni tutur yang menghubungkan masa kini dengan masa lalu, membawa pesan penting akan pentingnya melestarikan dan mengembangkan budaya lokal.







