Kemenkes Beri Sinyal Positif, Sumbawa Usulkan Ambulans Khusus dan Pembangunan Pustu di Daerah Terpencil

oleh -180 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (14 Juli 2026) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus berupaya memperkuat pelayanan kesehatan di wilayah terpencil dan sangat terpencil. Salah satu langkah yang ditempuh adalah mengusulkan bantuan ambulans double gardan (4×4) kepada Kementerian Kesehatan untuk mendukung pelayanan di daerah yang selama ini sulit dijangkau kendaraan biasa.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, H. Sarip Hidayat, SKM., M.AP., yang ditemui di Kantor Bupati, Selasa (14/7/26), mengatakan keterbatasan akses jalan dan transportasi menjadi tantangan utama dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, terutama di wilayah Batu Rotok dan sekitarnya.

“Selama ini kami masih terkendala akses menuju daerah sangat terpencil seperti Batu Rotok. Ambulans yang ada hanya bisa menjangkau wilayah Batulanteh, sementara ke Batu Rotok belum bisa masuk. Karena itu kami kembali mengusulkan ambulans double gardan ke Kementerian Kesehatan,” ujarnya.

Menurut Haji Sarip, usulan tersebut sebelumnya sudah beberapa kali disampaikan, namun baru tahun ini pemerintah pusat memberikan sinyal positif. Meski demikian, bantuan tersebut masih menunggu penetapan resmi.

Selain pengadaan ambulans, Dinas Kesehatan juga mengusulkan pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) baru di Desa Semamung, Kecamatan Moyo Hulu. Sejumlah Pustu lainnya juga diusulkan untuk direnovasi guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

Di antaranya renovasi Pustu di Desa Boak, Kecamatan Unter Iwes, Pustu Berang Rea di Kecamatan Moyo Hulu, serta pembangunan Pustu baru di Desa Lunyuk Ode, Kecamatan Lunyuk.

Sarip mengungkapkan, pelayanan kesehatan di wilayah Batu Rotok saat ini tetap berjalan dengan dukungan delapan tenaga kesehatan yang terdiri dari bidan dan perawat. Sementara dokter belum menetap di wilayah tersebut dan masih memberikan pelayanan dari Puskesmas Batulanteh.

Untuk wilayah Orong Telu dan kawasan pegunungan lainnya, pelayanan kesehatan masih dilakukan dengan sistem kunjungan berkala karena keterbatasan tenaga yang bersedia tinggal di lokasi.

“Kami berharap ke depan, setelah ada pengangkatan ASN baru, tenaga kesehatan bisa ditempatkan secara permanen di daerah-daerah sangat terpencil sehingga pelayanan menjadi lebih optimal,” katanya.

Ia mengakui kebutuhan dokter di Kabupaten Sumbawa masih cukup tinggi. Untuk mengatasinya, Dinas Kesehatan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar penempatan tenaga melalui Program Nusantara Sehat tetap berlanjut.

“Program Nusantara Sehat sudah berjalan sekitar lima tahun di Sumbawa. Melalui program ini kami mendapat penempatan dokter umum maupun dokter gigi di wilayah terpencil dan sangat terpencil,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong putra-putri daerah untuk menempuh pendidikan kedokteran sebagai solusi jangka panjang dalam memenuhi kebutuhan tenaga medis di Kabupaten Sumbawa. (SR)

nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *