Awali 2024, UTS Gelar Student Conference Hadirkan Profesor dari Luar Negeri

oleh -1360 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (6 Januari 2024) – Banyak cara yang dilakukan Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) untuk menjaring berbagai potensi mahasiswa dan dosen melalui karya baik penelitian, jurnal, dan tugas akhir yang dilakukan sebelumnya. Salah satunya menggelar kegiatan UTS Student Conference (USC) 2024, Jumat (5/1).

Kegiatan dalam mengawali tahun 2024 ini, mengusung tema “From Ancient World to Modern Challenges: Intersecting Disciplines for Sustainable Solutions”. Untuk mengisinya, UTS melalui Direktorat Riset Publikasi dan Inovasi menghadirkan 2 pembicara utama yakni Prof. Timothy E. Scheffler, BA., MA,. Ph.D seorang Principal Archaeologist; tesARCH Services dan Assoc. dan Prof. Dr. Werasak Surareungchai dari King Mongkut’s University of Technology Thonburi (KMUTT.

USC yang dilaksanakan secara hybrid di Ruang Multimedia STP dan melalui platform zoom cloud meeting serta diikuti 125 peserta ini diharapkan akan menambah Solusi Ala UTS (SalUTS) “Saat ini memaksimalkan kolaborasi dari lintas keilmuan itu sangat diperlukan. Intersecting sebagai salah satu kata kunci dari agenda kita hari ini, tentu diharapkan mampu memberikan solusi dalam menjawab tantangan masa depan,” kata Rektor UTS Chairul Hudaya, Ph.D dalam sambutannya.

Ia menuturkan bahwa pengalaman UTS dalam menjalankan program MBKM, seperti UTS Mengajar, Promer dan lainnya yang membuat disiplin lintas keilmuan bisa menjadi solusi.

“Sebagai contoh dari UTS Mengajar, mahasiswa kami dari Prodi Metalurgi misalnya, diberi kesempatan untuk mengajar walau bukan guru di sekolah tempat program dilaksanakan, mereka bisa berbagi keilmuan mereka, bertukar pikir dengan masyarakat, dan menyatukan ide,” ungkapnya.

Sementara Prof. Timothy secara online, membahas tentang sustainability; environmental, social, economic, political, and aesthetic, sebagai dimensi yang bisa diusahakan manusia saat ini tanpa mengorbankan generasi masa depan.

“Sustainability requires a balance between the benefits of people and the planet. activities that guarantee the fulfillment of our needs but at the same time do not sacrifice future generations,” katanya.

Ia juga memberikan penjabaran bagaimana Arkaeologi mengajarkan tentang pola hidup generasi manusia sebelumnya. Dari penjelasan ini dapat diketahui konsep sustainability pada masa itu dan apa yang menyebabkan kemundurannya. Sehingga para peserta bisa belajar bagaimana kekurangan di masa lalu bisa diperbaiki untuk kebaikan generasi sekarang dan masa mendatang. Kemudian mampu menyadari kompleksitas dan menerimanya, berkompromi dengan biaya dari kompleksitas tersebut, dan memperbaiki sistem.

Selanjutnya Prof. Werasak menceritakan tentang berbagai inovasi yang telah dilakukannya untuk mengupayakan sustainability melalui penelitian-penelitiannya di bidang lingkungan, medis, dan pangan.

“We can start from imagination, dreams, ambitions. Combine with creativity, science to create innovation. Looking into the past means we can see what kind of innovation each generation attempted to support their lives at that time,” jelasnya. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *