Alumni Pascasarjana UTS Ciptakan Gero Online, Aplikasi Pengontrol Ternak Sapi

oleh -563 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea com (27 April 2023) — Inovasi baru dihasilkan Alumni Pasca Sarjana Universitas Teknologi Sumbawa (UTS). Inovasi itu adalah Gero Online, aplikasi smart phone berbasis android yang mampu mengontrol lokasi hewan ternak sapi secara efektif.

Aplikasi ini untuk membantu masyarakat terutama peternak dalam mengontrol ternaknya yang dilepas secara bebas. Selama ini masyarakat Sumbawa masih menggunakan cara konvensional untuk beternak menjadikan gero sebagai tanda pengenal atau tanda kepemilikan.

Gero merupakan sebuah kalung yang terbuat dari kayu dan berbentuk seperti lonceng. Selain menggunakan gero, hewan ternak sejenis sapi juga diberikan tanda kepemilikan seperti cap pada kulit dengan tujuan agar para peternak sapi dapat mengenali dan mengontrol sapi-sapinya ketika berada pada jarak yang tidak bisa mereka jangkau.

Dosen pemilik inovasi tersebut, Joan Okta Saputra, M.M.Inov memperkenalkan aplikasi ini dengan tujuan untuk mempermudah para peternak dalam mengontrol hewan ternaknya yang dilepas liar saat mencari makan.

Joan menjelaskan perbandingan mekanisme cara kerja gero yang masih menggunakan cara konvensional dengan aplikasi Gero Online yang menggunakan smart phone.

Kelebihan dari beternak secara ekstensif atau konvensional adalah bahwa peternak tidak membutuhkan banyak tenaga kerja. Biasanya mereka hanya memanfaatkan anggota keluarga untuk memantau kondisi ternak ketika berada di luar. Tidak perlu menyediakan pakan ternak terutama pada saat musim hujan karena telah tersedia di lokasi pakan atau lapangan. Selain itu berternak secara ekstensif juga disebutkan tidak memerlukan biaya yang besar.

Namun, ada beberapa kekurangan yang menyebabkan beternak secara ekstensif dianggap kurang efektif. Di antaranya adalah karena rawan kehilangan, baik karena pencurian, tersesat, ataupun mati.

Selain itu pertumbuhan hewan ternak juga dianggap kurang maksimal karena masih bergantung pada pakan yang tersedia di alam dan rawan terhadap timbulnya wabah penyakit menular pada ternak.

Sedangkan Gero Online, menurut alumni Manajemen Inovasi Sekolah Pascasarjana UTS tersebut memberikan kemudahan dan keamanan karena pengoperasiannya lebih cepat serta minim biaya. Cara kerja Gero Online pun sangat mudah, hanya menggunakan beberapa perangkat seperti smart phone dan GPS.

Pada prakteknya, Joan menjelaskan bahwa setiap gero dipasang GPS sebagai penghubung ke satelit yang bisa menerima sampai dengan 12 chanel satelit sekaligus.

Kondisi langit yang cerah dan bebas dari halangan membuat GPS Gero Online dapat dengan mudah menangkap sinyal yang dikirimkan oleh satelit. Semakin banyak satelit yang diterima oleh GPS Gero Online, maka akurasi yang diberikan juga akan semakin tinggi.

Melalui uji hasil data yang telah dilakukan, ia mendeskripsikan hasil penelitiannya dimana penerapan aplikasi pengontrolan ternak sapi berbasis android “Gero Online” pada peternakan sapi rakyat semi ekstensif akan sangat memudahkan para petani ternak dalam mengontrol keberadaan hewan ternak saat mereka berada di rumah atau dimanapun.

Selain itu apabila sapi akan ditangkap para petani tidak kesulitan untuk mencari keberadaan hewan ternaknya. Setelah diuji, hasil efektifitas penerapan aplikasi tersebut pun berdasarkan hasil pengukuran dan analisis data menunjukkan hasil yang sangat efektif.

“Saat ini masih dikembangkan Gero Online yang berbasis android menggunakan kamera smart phone yang terintegrasi dengan sensor. Harapannya, semoga aplikasi ini bisa segera diperkenalkan ke para peternak sapi di Pulau Sumbawa.” ungkapnya. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *