Fasilitasi Yatim Piatu Laksanakan Resepsi Perkawinan, ini Nasihat Mendalam Bupati

oleh -458 Dilihat

SUMBAWA BARAT, samawarea.com (28 April 2023) – Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H.W. Musyafirin MM memfasilitasi pelaksanaan resepsi perkawinan dua warga Kabupaten Sumbawa Barat.

Kedua warga tersebut adalah Sugianto putra dari Abdullah Bedel dan Rahma Khalik (Almarhumah), dengan Ratnawati putri dari M. Amin dan Rawang (Almarhumah). Kedua mempelai ini berstatus yatim piatu. Kegiatan tersebut berlangsung di Central kediaman Bupati Sumbawa Barat, Jumat (28/4/2023).

Saat memberikan nasehat perkawinan, Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H.W. Musyafirin MM menyampaikan bahwa kegiatan resepsi perkawinan tersebut merupakan pekerjaan kolaboratif antara Pemda KSB dengan central kediaman Bupati. Ini pertama kali Pemda menfasilitasi warganya untuk melaksanakan pernikahan.

Kepada kedua mempelai Bupati memberikan nasehat khusus, terutama kepada mempelai pria. Seperti diketahui bahwa mempelai pria sebelumnya berlatarbelakang aktivis, dan sudah 18 tahun kuliah belum selesai juga.

“Saya tidak mengatakan ini suatu kegagalan, kuliah lama-lama tapi tidak selesai-selesai. Apalah arti sebuah gelar kalau toh ilmu yang kita dapat tidak diamalkan,” ungkap Bupati.

Bupati menambahkan bahwa aktivis kerjanya lebih banyak berdemo. “Hidup ini tidak boleh mau-maunya kita sendiri. Jangan melihat semuanya sempurna. Boleh-boleh saja kita menginginkan sesuatu itu sempurna, tetapi kita tidak boleh memaksakan untuk terjadi secara sempurna. Yang terpenting apa yang kita lakukan itu bisa berubah mendekati ke arah yang kita harapkan, itu sudah cukup,” nasehat Bupati.

“Konsep kebaikan di dalam hidup, ketika ada sesuatu yang memungkinkan orang bisa selamat, lakukan itu. Kalau apa yang kita lakukan itu bisa mendatangkan manfaat bagi orang lain, membantu orang lain, lakukan. Bermanfaat untuk sendiri lakukan, pekerjaan yang bisa mencegah perbuatan munkar, lakukan. Karena setiap kebaikan yang kita lakukan pasti akan mendapatkan balasan. Jangan pernah remehkan sekecil apapun kebaikan yang kita lakukan. Kita tidak tahu kebaikan mana yang dapat menghantarkan kita untuk mendapatkan kebaikan di dunia, dan kebaikan mana yang dapat menghantarkan kita ke surga. Yang penting kita sudah berusaha, hasil tidak selalu sama dengan apa yang kita inginkan. Tapi proses yang kita jalankan itu yang lebih penting,” tambahnya.

Terhadap kedua mempelai Bupati mengingatkan bahwa, kedua mempelai sebelumnya pernah berbuat baik dan sekarang telah mendapat balasan dari Allah SWT. Salah satunya, resepsi perkawinan berjalan lancar, dan banyak warga yang hadir.

Bupati juga memberi nasehat bagaimana menerapkan konsep pengelolaan keuangan, karena ini yang sering dihadapi dalam berumah tangga.

“Keuangan itu, jangan atur sendiri, serahkan ke ibu-ibu. Tiap bulan bisa dikontrol, bila perlu buat laporannya dan harus transparan. Ini memang tugas istri, karena istri memiliki tanggungjawab menjaga harkat dan martabat keluarga. Kalau ada kelebihan serahkan kepada istri,” imbuhnya.

Demikian dalam membangun pengertian membina hubungan keluarga, harus membiasakan saling maaf-memaafkan. Bangun kesederhanaan, rendah hati tapi bukan rendah diri.

“Kalau yang minta tolong bantu dengan ikhlas, santun dalam bersikap, jangan mengungkit ungkit masa lalu yang kelam. Jangan koreksi aib, kelemahan, tapi jadikan bagian dari masa lalu dan pelajaran,” tandasnya. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *