Sumbawa Rawan Bencana, Bupati Minta Relawan Perkuat Mitigasi

oleh -397 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (25 Oktober 2022)–Kabupaten Sumbawa merupakan daerah rawan bencana, baik bencana alam maupun bencana sosial, serta mempunyai kompleksitas permasalahan dalam penanggulangan bencana.

Demikian disampaikan Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah saat bertindak sebagai Inspektur pada Apel Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2022, yang mengangkat tema “Bersatu Kita Tangguh”, Senin (24/10) pagi.

Hasil kajian BMKG memprediksi di beberapa wilayah termasuk Kabupaten Sumbawa, ungkap Bupati, akan terjadi pada penghujung tahun 2022 hingga awal tahun 2023. Ini akan berdampak pada peningkatan curah hujan bulanan di atas normal, yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, angin puting beliung, dan abrasi.

Menurutnya, kewaspadaan dini harus ditumbuhkan mulai dari tingkat paling bawah yakni keluarga, RT, dusun, desa, kecamatan serta Kabupaten. Hal tersebut dilakukan untuk mempertegas bahwa semua komponen harus senantiasa waspada dengan bencana, mengingat Sumbawa masuk pada zona Lintasan Cincin Api (the ring of fire).

Untuk itu, Bupati meminta para relawan kemanusiaan memperkuat mitigasi bencana di tingkat masyarakat, dengan intens memberikan informasi terkait anomali cuaca. Kondisi musim penghujan, hendaknya dimanfaatkan oleh lembaga-lembaga pemerintahan dan swasta, untuk menggalakan penanaman pohon demi keberlangsungan mata air di musim kemarau.

Di penghujung sambutan, Bupati juga mengajak semua komponen untuk saling mendukung, berkoordinasi, dan bersinergi dalam pelestarian alam, sebagai upaya mengantisipasi kondisi musim penghujan, serta memperkecil potensi bencana yang kemungkinan terjadi. “Semoga Allah selalu melindungi kita semua, agar terhindar dari segala bencana dan musibah,” pintanya. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *