SUMBAWA BESAR, samawarea.com (11 Juli 2022)–Meski Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) dan Pemilu Legislatif (Pileg) 2024 masih cukup jauh, namun sejumlah partai politik di Kabupaten Sumbawa mulai melakukan konsolidasi dan koalisi. Pertemuan yang berlangsung di Sekretariat DPD Partai Golkar Sumbawa, Jalan Garuda, Senin (11/7) siang tadi, menghadirkan beberapa partai politik. Hawa Pilkada Sumbawa mulai terasa.
Tampak di Gedung Kuning tersebut Ketua Partai Golkar, Drs. H. Mahmud Abdullah didampingi Sekretaris Golkar, Abdul Hakim SE, Ketua Fraksi Golkar DPRD Sumbawa Akhmadul Kusasih SH dan politisi senior Dr. Drs. Arachman Alamudy SH., M.Si. Terlihat juga Ketua DPC PPP Sumbawa Rusli Manawari, Sekretaris Gerindra, Faesal SAP dan politisi Nasdem Edy Syarifuddin.
Ditemui samawarea.com usai pertemuan, Ketua DPD Golkar Drs. H. Mahmud Abdullah yang juga Bupati Sumbawa, mengatakan pertemuan sejumlah partai politik itu adalah pertemuan biasa dan tidak ada yang istimewa. Pertemuan ini juga tidak membahas soal Pilkada.
“Pertemuan beberapa partai politik seperti Golkar, PAN dan PPP merupakan instruksi pusat sebagai partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Pusat menginginkan agar tiga parpol yang tergabung dalam KIB ini linier sampai bawah,” kata Haji Mo’—sapaan karibnya.
Ketika ditanya kemungkinan parpol KIB ini akan berkoalisi pada Pilkada Sumbawa 2024 mendatang ? Haji Mo’ mengaku bisa saja terjadi. Namun menurutnya, itu terlalu dini untuk dibicarakan. Fokus dari KIB ini sambung Haji Mo’, bagaimana program pemerintah dapat berjalan dengan baik mulai pusat hingga daerah.
Untuk mendukung program tersebut, peran partai politik terutama yang tergabung dalam KIB sangat diharapkan. “Pertemuan ini lebih pada membicarakan program-program pemerintah yang dihajatkan untuk kepentingan masyarakat,” imbuhnya.
Hal senada diungkapkan Ketua DPC PPP Sumbawa, Rusli Manawari. Pertemuan partai yang tergabung dalam KIB tegas Rusli, bukan untuk Pilkada. “Masih terlalu dini, Pilkada masih jauh, dan masih banyak tahapan-tahapan yang harus dilalui,” ujar Anggota DPRD Provinsi NTB ini.
Persoalan Pilkada kata Rusli, masih menunggu hasil Pemilu Legislatif (Pileg). “Sebab tolok ukur Pilkada adalah hasil Pileg. Ketika Golkar dan PPP meraih suara lebih banyak dari partai lainnya, kemungkinan kita berkoalisi. Karena dengan raihan suara signifikan menjadi modal besar untuk menang,” tandasnya.
Disinggung mengenai kehadiran Gerindra dan Nasdem yang bukan bagian dari KIB, Rusli mengakui, dua partai itu datang sebagai sahabat. Mengingat pertemuan yang digelar itu bersifat santai dan kekeluargaan. “Namanya juga masih momen Idul Adha. Di momen ini harus banyak-banyak bersilaturahim,” pungkasnya. (SR)






