Oleh: SITI NURQOMARIAH (NIM : 2020G1B005)
Jurusan: PGMI Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Mataram
Model pembelajaran diartikan sebagai prosedur tersistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar. Jadi, sebenarnya model pembelajaran memiliki arti yang sama dengan pendekatan atau strategi pembelajaran. Saat ini telah banyak dikembangkan berbagai macam model pembelajaran, dari yang sederhana sampai model yang agak kompleks dan rumit karena memerlukan banyak alat bantu dalam penerapannya. Alat bantu dan penerapan belajar harus mampu menghadapi gelombang revolusi, lembaga pendidikan menjadi lingkungan penting penyiapan sumber daya manusia yang mensyaratkan kapasitas literasi serta kemampuan kritis inovatif yang dinamis.
Gelombang arus revolusi industri berdampak pada paradigma pembelajaran yang diterapkan di lembaga pendidikan yang harus membentuk softskill untuk mengkoneksikan kemampuan di era revolusi industri. Jenis-jenis pembelajaran dan alat bantu tersebut harus sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan jaman yang semakin cepat perubahan dan perkembangannya. Peserta didik dituntut untuk mengembangkan kemampuan berpikir dan berinovasi. Peserta didik tidak cukup hanya belajar di kelas, namun harus menjelajahi dunia ini. Salah satunya dengan literasi menggunakan media tekonologi.
Jenis-jenis model pembelajaran menurut Richard I. Arends antara lain: model pembelajaran langsung (direct instruction), model pembelajaran kooperatif (cooperative learning), model pembalajaran berdasarkan masalah (problem based instructions) dan strategi-strategi belajar (learning strategis). Berikut dapat dijelaskan dalam tulisan di bawah ini:
a. Model pembelajaran langsung (direct instruction)
Pembelajaran langsung dirancang secara khusus untuk mengembangkan pembelajaran siswa tentang pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklarasi yang terstuktur dengan baik dan dapat dipelajari selangkah demi selangkah.
b. Pembelajaran kooperatif (cooperative learning)
Model pembelajaran kooperatif sangat berbeda dengan pembelajaran langsung. Model ini dapat digunakan untuk mengajarkan materi yang agak kompleks dan lebih tinggi lagi. Model pembelajaran kooperatif dapat membantu guru untuk mencapai tujuan model pembelajaran kooperatif. Jadi model pembelajaran kooperatif adalah kegiatan pembelajaran dengan cara berkelompok untuk bekerja sama saling membantu mengkonstruksi konsep, menyelesaikan persoalan, atau inkuiri. Menurut teori dan pengalaman agar kelompok kohesif (kompak-partisipatif), tiap anggota kelompok terdiri dari 4-5 orang, siswa heterogen (kemampuan, gender, karakter), ada control dan fasilitasi, dan meminta tanggung jawab hasil kelompok berupa laporan atau presentasi.
c. Model pembelajaran berdasarkan masalah (problem based instructions)
Model ini tidak di rancang untuk membantu guru memberikan informasi sebanyak-banyaknya kepada siswa. Model ini di kembangkan untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir, memecahkan masalah, keterampilan intelektual, belajar berperan berbagai orang dewasa melalui pelibatan siswa dalam pengalaman nyata atau simulasi dan menjadi selfregulated kearner.
d. Strategi-strategi belajar (learning strategies)
Model pembelajaran berbasis SCL (Student Centered Leraning) yaitu suatu model pembelajaran yang berpusat pada siswa sebagai pembelajar. Pendekatan ini lebih memungkinkan peserta didik untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran.






