BIMA—Khabar duka kembali menyelimuti Desa Renda, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima di penghujung Ramadhan ini. Sebanyak 53 unit rumah di RT 11 dan RT 07 Dusun Tolo depan Pemakaman Umum Desa Renda hangus terbakar dalam musibah hebat yang terjadi, Sabtu (30/4) sore.
Peristiwa menyedihkan ini mengulang duka lama sekitar 3 tahun silam. Saat itu lebih dari 40 rumah terbakar. Tercatat kerugian mencapai miliaran rupiah. Harta benda warga ludes antara lain bawang merah, kendaraan roda dua maupun roda empat, perhiasan emas, dan barang-barang berharga lainnya.
Kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 Wita. Belum diketahui penyebab dari kebakaran ini. Yang jelas api masih berkobar hingga memasuki waktu berbuka puasa. Upaya pemadaman api oleh warga, sia-sia karena dilakukan secara manual menggunakan ember dan lainnya.
Tak hanya itu, Walikota Bima, H. Muhammad Lutfi, SE juga terpanggil terkait musibah kebakaran yang terjadi di Desa Renda tersebut. Walikota Bima langsung memerintahkan pihak Damkar Kota Bima terjun langsung ke Desa Renda guna membantu memadamkan api. Sejumlah Armada Damkar Pemkot Bima tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP), langsung bergerak cepat bersama warga setempat untuk memadamkan api.
Upaya yang sama juga dilakukan Damkar Kabupaten Bima. Satu unit mobil Damkar dari Kecamatan Monta diterjunkan. Sementara satu unit mobil Damkar milik Kecamatan Belo, dikabarkan mengalami kerusakan.
Sementara aparat TNI dan Polri melakukan evakuasi para korban. Kini mereka sudah tinggal sementara di rumah keluarganya. Warga kini mengharapkan uluran tangan dari berbagai pihak, terutama bantuan tanggap darurat. Antara lain nasi bungkus, pakaian anak-anak, air mineral, susu dan lainnya.
Kades Renda, Lukman, SH mengaku belum bisa memastikan besar kerugian namun diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah. Saat ini, para korban berharap adanya bantuan yang bersifat segera.
“Untuk sementara ini, para korban kebakaran hanya mengandalkan bantuan dari pihak keluarganya. Ini tentu saja tidak bisa menutupi. Karenanya, bantuan tanggap darurat baik dari Pemerintah maupun dari pihak-lain tentu sangat dibutuhkan oleh para korban kebakaran ini, dan hal tersebut bersifat sangat mendesak,” ujar Lukman.
Bupati Bima melalui Kabag Humas setempat, Yan Suryadi, SS, M.Si yang dimintai komentarnya mengungkap bahwa api bermula dari rumah H. Jamaludin. Ketika terbakar, rumah tersebut dalam keadaan terkunci.
“Tidak ada informasi apakah saat itu pemilik rumah ada di tempat atau sebaliknya. Yang jelas, menurut warga bahwa sumber api tersebut berasal dari rumah H. Jamaludin,” ungkapnya.
Yan Suryadi menambahkan, untuk data awal tercatat sekitar 53 rumah warga yang mengalami kerusakan berat belum termasuk rusak sedang dan ringan.
Yan Suryadi mengakui Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE telah membentuk Tim Terpadu. Tim ini masih melakukan assesment di TKP yang hasilnya diketahui sekitar Hari Minggu (1/5/2022) ini.
Soal bantuan tanggap darurat bagi korban kebakaran tersebut, Sabtu (30/4/2022) malam Bupati Bima telah memerintahkan Dinas Sosial (Dinsos) setempat agar segera menurunkan bantuan berupa nasi bungkus kepada para korban. (SR)






