SUMBAWA BESAR–Warga Desa Maronge Kecamatan Maronge, Kabupaten Sumbawa, geger. Seorang remaja berinisial PG ditemukan tewas gantung diri di Pohon Banten dekat rumahnya, Rabu (16/3) dinihari pukul 01.00 Wita. Kuat dugaan korban nekat mengambil jalan pintas karena persoalan asmara.
Kapolsek Plampang AKP Budiman Perangin Angin, SH yang dikonfirmasi Wartawan Samawarea.com Biro Sumbawa Timur mengakui adanya peristiwa tersebut. Korban nekat mengakhiri hidupnya diduga berlatar asmara. Hal itu terungkap berdasarkan penuturan keluarga korban.
“Korban memiliki permasalahan asmara dan ditemukan HP korban masih dalam keadaan hidup dan tersambung telpon vidio call, namun tertutup dengan pola kunci HP. Anggota sempat mengecek HP korban dan mendengar suara perempuan sedang menangis,” jelas Kapolsek.
Dijelaskan Kapolsek, sebelum kejadian, bibi korban melihat korban duduk di luar rumah sekitar pukul 24.00 Wita. Korban sedang video call dengan pacarnya. Bibinya curiga karena korban belum masuk ke rumah.
Bibinya pun keluar dan melihat ke arah Pohon Kayu Banten yang berjarak sekitar 20 meter. Bibi korban melihat cahaya HP yang masih menyala. Ketika mendekat, bibinya terkejut melihat korban sudah dalam keadaan tergantung dengan tali terjerat di leher.
“Paman dan bibi korban mendekat langsung memeluk korban yang dalam kondisi tergantung, kemudian memotong tali nilonnya. Saat itu kondisi korban sudah tidak tidak bernapas dan seluruh badan dalam keadaan dingin,” jelas Kapolsek.
Pihaknya sudah melakukan olah TKP dan menghimpun keterangan para saksi. Dari pihak keluarga menolak dilakukan otopsi dan menerima kejadiannya itu sebagai musibah. (BUR/SR)






