SUMBAWA BARAT–Lemahnya serapan gabah petani oleh Bulog dan pengusaha saat ini membuat harga tidak menentu. Karena itu Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Barat meminta kepada Gapoktan untuk melakukan serapan gabah dari petani. Pasalnya Pemda KSB telah mengucurkan anggaran kepada Gapoktan masing-masing Rp 100 juta.
Ditemui Samawarea.com, Kamis (17/3), Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Barat, Suhadi mengakui saat ini harga gabah tidak menentu. Pengusaha membeli gabah dari petani di bawah HPP. Sedangkan Bulog belum maksimal melakukan serapan gabah melalui mitranya.
Untuk mengintervensi harga tersebut, pihaknya telah meminta Gapoktan membeli gabah petani dengan harga HPP minimal gabah anggota kelompoknya. “Kami telah mengucurkan dana 100 juta per Gapoktan. Salah satu tujuannya untuk menyerap gabah,” ungkapnya.
Disebutkan Suhadi, bahwa di KSB ada 64 Gapoktan sehingga total anggaran yang diturunkan Pemda KSB mencapai Rp 6,4 milyar. Ketika semua Gapoktan menyerap gabah pasti akan ada penyeimbangan harga di lapangan. Langkah ini dilakukan agar harga gabah bisa normal.
Gabah yang diserap lanjut Suhadi, bisa dikelola untuk pemasukan kelompok dan ini juga peluang bagus untuk Gapoktan, karena uang Rp 100 juta yang diberikan Pemda dikelola sendiri dengan harapan kelompok tersebut bisa mandiri.
Di samping itu pihaknya juga terus mendesak Bulog untuk menyerap gabah petani lebih banyak sebab sampai saat ini serapannya sangat rendah.Sedangkan yang memiliki wewenang penuh dalam penyerapan gabah adalah Bulog yang diamanatkan undang-undang.
“Sampai saat ini kami terus berkoordinasi dengan semua pihak bagaimana harga gabah ini bisa stabil,” imbuhnya.
Pemda juga akan melakukan intervensi terhadap kondisi ini dengan dana talangan yang sudah disiapkan. “Semoga ini bisa dilakukan segera karena rencananya akan melakukan kerjasama yang sekarang sedang dikebut agar segera dilaksanakan. (HEN/SR)






