SUMBAWA BARAT, samawarea.com (6 Juli 2021)
Keberadaan TPQ Hasanah di Kelurahan Bugis Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), disambut antusias masyarakat setempat.
Sebab dengan kondisi saat ini yang cenderung mengarah ke degradasi moral dibutuhkan upaya kongkrit untuk mengantisipasinya. Karena itu TPQ Hasanah menjadi salah satu solusinya untuk melahirkan generasi berkualitas dan generasi qur’ani.
“Saya sangat mengapresiasi keberadaan TPQ Hasanah ini yang mengajarkan bagaimana membaca Al-qur’an yang baik dan benar, lebih dari itu, di TPQ inilah anak-anak bisa diajarkan adab tatakrama yang semakin lama semakin mengikis di tengah-tengah masyatakat,” ungkap Andi Laweng salah satu wali santri di acara Wisuda Kedua TPQ Hasanah, di Masjid Al-Ikhlas Kelurahan Bugis, Senin (5/7/2021).
Ia mengaku sangat merasakan hasil pengajaran TPQ Hasanah. Putranya sudah empat kali mengaji berpindah-pindah. Terakhir di TPQ Hasanah hingga bisa diwisuda.
“Bacaannya sangat bagus sekali, mahrojul hurufnya luar biasa sekali, saya mendengar anak saya ngaji membuat saya instrospeksi diri, bahwa bacaan saya banyak sekali yang salah, karena model pengajaran jaman dahulu sewaktu saya kecil sangat berbeda, tidak ada tajwidnya yang penting bisa baca selesai sudah. Sehingga saya saat ini harus meluangkan waktu untuk belajar Alqur’an lagi walaupun saat ini terasa sulit karena lidah kita sudah keras. Saya harus paksakan diri karena masalah bacaan ini akan menentukan kualitas sholat kita, salah bacaan ya sholatnya juga salah,” ungkap politisi PKPI ini.
Hal lain dirasakannya lanjut Andi Laweng, sikap dan tingkah laku anaknya berubah total. Terlihat sopan santun kepada orang tua. Ini sesuai harapannya selaku orang tua ketika pertamakali menitipkan anaknya di TPQ tersebut.
“Etika ini pada saat ini sangat penting sekali, karena etika sudah tergerus dengan zaman modern, sehingga tidak lagi menjadi hal yang utama,” ucapnya.
Salah satu contohnya, ketika anak-anak lewat di depan orang, jarang sekali permisi dan membungkukkan badannya. Beda ketika ia masih kecil, tidak permisi saja sudah dimarahi bahkan dipukul oleh orang tua.
“Kami ingin mengembalikan etika dan adab ini bagi generasi sekarang melalui TPQ Hasanah ini. Kami ingin anak-anak kami dibimbing menjadi lebih baik, baik akhlaknya, budi pekertinya, dan yang paling penting akan terlahir generasi Qur’ani,” harapnya. (HEN/SR)






