Tambang Seloto Belum Ditutup, Warga Siapkan Aksi Demo Jilid II

oleh -580 Dilihat

SUMBAWA BARAT, samawarea.com (30 Juni 2021)

Warga Desa Seloto, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus menyuarakan tentang dampak buruk tambang emas Jorok Liang di desa tersebut. Mereka kembali mengkonsolidasikan gerakan aksi penolakan tambang jilid II.

Aksi penolakan ini kembali bergulir, lantaran hingga kini area tambang yang berdiri di lahan belasan hektar itu, belum juga ditutup oleh pihak berwajib.

“Sedang kita konsolidasikan. Warga mendesak agar ditutup, tapi ternyata belum juga ditutup, karena hingga kini masih belum ada police line-nya,” ujar inisiator Gerakan Selamatkan Lebo, Hendra Gunawan, Rabu (30/6).

Pria yang saat ini menjabat sebagai Ketua BPD Desa Seloto itu menilai, sejauh ini tidak ada upaya serius yang dilakukan oleh berbagai pihak dalam menutup tambang itu. Padahal, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB telah mengeluarkan surat penghentian pertanggal 15 Juni 2021, berdasarkan hasil verifikasi dan identifikasi lapangan dugaan kerusakan lingkungan.

“Inilah yang kita sayangkan. Padahal aktifitas ini jelas jelas berdampak buruk pada kelangsungan ekosistem Danau Lebo di masa mendatang, termasuk juga pada sektor pertanian dan peternakan. Lihat saja, dampak buruk yang terjadi berupa longsoran lumpur, padahal tambang ini belum lama dibuka,” tutur Hendra.

Senada dengan Hendra, Adeni Muhadi Saputra juga meminta pihak berwajib agar segera mengambil langkah tegas menutup aktifitas tambang ini. Ia membeberkan, dampak nyata kerusakan lingkungan sudah di depan mata. Karenanya, aktifitas tambang dengan metode perendaman itu tidak bisa ditolerir lagi.

“Tidak ada penutupan secara resmi, sama juga dengan tidak menghargai aspirasi masyarakat Seloto. Oleh karena itu, kami akan mengambil langkah selanjutnya. Tentunya dengan kembali menggelar aksi besar besaran,” tegas pria yang telah lama berkecimpung di bidang geologi itu.

Sebelumnya, Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Herman Suriyono, S.IK.,MH memberikan atensi terkait adanya kisruh penolakan tambang illegal di Jorok Liang Desa Seloto. Ia bahkan mengaku saat itu, polisi tengah melakukan upaya penyelidikan.

“Kita masih lakukan penyelidikan mas. Sampai saat ini kita baru tau di media kalau ribut ribut di masyarakat. Saya dengar juga tim dari DLH sudah turun. Nanti kita kabarkan prosesnya seperti apa,” ucapnya beberapa hari lalu.

Seperti diketahui, gelombang protes penolakan tambang di Jorok Liang Seloto terus terjadi. Penolakan tersebut memuncak, saat ratusan warga menggelar aksi penolakan di Kantor Desa Seloto pada Kamis (10/6) lalu. Dalam aksi, warga mendesak agar penambangan dengan metode perendaman itu segera ditutup. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *