Meresahkan, Air Limbah Siluman Mengalir di Irigasi Kota Taliwang

oleh -356 Dilihat

SUMBAWA BARAT, samawarea.com (21 Juni 2021)

Pemerintah dan jajarannya sepertinya sulit menuntaskan 100% Pilar 4 dan 5 Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Kota Taliwang. Pasalnya, meski sudah maksimal mengidentifikasi aliran air yang mengalir di rumah warga, masih saja terlihat genangan air di jalur utama irigasi Kota Taliwang yang tidak diketahui dengan jelas asal-muasalnya.

Ditemui samawarea.com, belum lama ini, Lurah Arab Kenangan, Erni Patriany, SE mengaku sudah berupaya maksimal menuntaskan pilar 4 dan 5 STBM. Upaya ini dilakukan bersama ASN, masyarakat dan agen PDPGR.

“Semua rumah warga sudah kami identifikasi. Alhamdulillah hampir semua sudah selesai kita tangani bersama-sama, namun anehnya meski kita sudah maksimal namun masih ada terlihat genangan air di irigasi bahkan sampai mengalir. Kita coba mencari sumbernya namun dengan kondisi beton yang kokoh menutupi irigasi membuat kami tidak bisa melihat sumber limbah tersebut,” akunya.

Pihaknya sudah menanyakan satu per satu warga sekitar tempat genangan. Semua mengaku memiliki resapan sendiri dan tidak mengetahui asal aliran air tersebut.

“Kami bingung untuk mencari solusinya dengan kemampuan kami yang serba terbatas yang mengandalkan kebersamaan dalam membangun lingkungan. Harus ada upaya lain dalam menuntaskan masalah limbah ini. Misalnya menghancurkan beton kokoh terlebih dahulu. Tapi ini butuh biaya besar, kami tidak sanggup secara finansial,” ujarnya.

Genangan ini diakui Lurah Erni, tidak hanya ada di wilayah kelurahannya, namun aliran limbahnya juga ke kelurahan tetangga. Ia sudah berkoordinasi, ternyata mereka juga tidak mengetahui sumber aliran limbah itu.

“Limbah yang tergenang di depan SMA Muhammadiyah Kelurahan Bugis bukan hanya limbah dari kelurahan kami, tapi ada juga limbah kiriman dari kelurahan sebelah, karna kondisi ini kami anggap berat. Jadi sudah laporkan ke Pak Camat Taliwang,” ungkapnya.

Dalam mengatasi masalah persoalan lingkungan di wilayahnya, Lurah Erni mengaku mendapat bantuan dari pemerintah provinsi melalui program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) senilai Rp 1 milyar. Item yang menjadi target program tersebut adalah irigasi IPAL Komunal dan resapan untuk warga.

Secara terpisah, Camat Taliwang, Akunurrahmadin S.Pd mengaku telah menerima laporan para lurah dan hasil turun lapngan memang benar ada genagan air limbah yang masih sangat sulit untuk diketahui sumbernya. Ini karena terkendala kondisi irigasi yang dibeton dan tidak bisa ditangani oleh pemerintah kelurahan, ASN dan masyarakat.

“Kami sudah laporkan ke Dinas PUPR KSB untuk dianggarkan karena pasti akan butuh biaya banyak dalam pelaksanaannya,” imbuhnya.

Dalam penuntasan tersebut Pilar 4 dan 5 STBM di Taliwang, Ia sangat mengapresiasi dukungan semua pihak yang sangat maksimal melaksanakannya sesuai dengan kemampuannya. “Bayangkan, bukan hanya tenaga yang mereka keluarkan, materipun dikorbankan. Ini menunjukkan nilai gotong royong masih sangat kuat,” pungkasnya. (HEN/SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *