DOMPU, samawarea.com (21 Juni 2021)
Hayadi (29) menjadi bulan-bulanan sekelompok orang. Selain dilempar menggunakan batu, warga Desa Woko Kecamatan Dompu ini juga dikeroyok. Kasus ini terjadi di Pustu desa setempat, Sabtu (19/6) malam kemarin. Satu orang yang diduga terlibat adalah Muhtar Idris (45) Kepala Desa Woko terpilih.
Kapolres Dompu melalui Kasi Humas, Handik Wijaksono dalam keterangan keterangan persnya, menuturkan, sebelum kejadian, korban berada di tempat tinggalnya di Pustu. Malam itu korban didatangi oknum kades Muhtar Idris bersama dua orang yang tidak dikenal.
Saat pintu Pustu dibuka, tanpa diduga orang tak dikenal melemparnya. Akibatnya kepala belakang dan kening kiri korban berdarah. Tak hanya itu oknum kades diduga ikut menganiaya korban dengan cara menendang paha bagian kirinya.
Menindaklanjuti informasi itu, Kapolsek Pajo memerintahkan Bhabinkamtibmas Woko dan anggota piket mengevakuasi korban ke Polsek Pajo. Saat korban dibawa ke Polsek Pajo diikuti oleh oknum kades bersama massanya sekitar 100 orang gabungan warga Desa Woko dan Desa Adu Kecamatan Huu dengan tujuan melakukan klarifikasi terkait statusnya sebagai diduga pelaku yang disebut oleh korban. Melihat potensi yang mengkhawatirkan,
Kapolsek Pajo IPDA Rusnadin turun tangan menemui kades dan massa. Saat itulah lampu tiba-tiba mati. Disusul pelemparan ke kantor Mapolsek Pajo, sehingga kaca jendela ruangan Kapolsek pecah. Kapolsek langsung meletuskan tembakan peringatan. Situasi kembali terkendali, dan Kades bersama massanya membubarkan diri dan meninggalkan Mapolsek. Sampai saat ini kasus pengeroyokan dan pelemparan Mapolsek masih dalam penyelidikan. (SR)






