MATARAM, samawarea.com (3/6/2021)
Polres Lombok Barat berhasil membongkar komplotan jaringan pencurian dengan pemberatan, spesialis bobol brankas dan spesialis bobol pintu harmonika (toko). Dalam pengungkapan ini, jajaran setempat menurunkan kekuatan maksimal.
Kasat Reskrim Polres Lombok Barat, AKP Dahfid Shiddiq, SH., S.IK, Rabu (2/6) mengatakan kelompok ini melakukan aksi kejahatannya di beberapa tempat. Salah satunya membobol brankas Alfamart dan ATM di wilayah Sekotong. Dalam pengungkapannya, polisi meringkus dua dari empat tersangka di Kelurahan Jempong Baru Sekarbela Mataram.
“Dari empat tersangka yang menjadi target penangkapan, kita berhasil menangkap dua orang, termasuk satu orang penadah yang berhasil diamankan sebelumnya, sedangkankan dua lainnya berhasil melarikan diri,” bebernya.
Dahfid menjelaskan, di wilayah Lombok Barat saja, ada tiga TKP yang dilakukan oleh komplotan ini, dengan kerugian yang berbeda-beda. “Sedangkan semua aksi yang dilakukan tercatat pada TKP, baik di wilayah Lombok Barat maupun Kota Mataram, dengan kerugian sekitar Rp 238 juta,” ungkapnya.
Dalam penagkapan ini, Polres Lombok Barat mengerahkan Tim Gabungan yang terdiri dari Tim Puma, Tim Bukal Sabhara, dan Gabungan Tim Puma Polsek jajaran.
Adapun tersangka yang berhasil diamankan di antaranya inisial ZN alias Zultato, karena badannya penuh dengan tato, dan AN alias Manjuen, keduanya asal Sekarbela Jempong Mataram. Saat digeledah di rumah tersangka, polisi menemukan alat hisap atau bong bekas pakai.
Uniknya, setiap selesai melakukan aksi kejahatannya, para tersangka selalu meninggalkan tulisan “Selalu Bersyukur”. Salah satunya terlihat di ATM yang mereka rusak. “Terhadap para tersangka kita jerat pasal 363 KUHP, dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara,” tandasnya. (SR)







