Setengah Tahun Kematiannya, Kuburan Pelajar SMA yang Bunuh Diri Dibongkar

oleh -461 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (21/5/2021)

Masih ingat kasus seorang pelajar SMA berinisial AW yang tewas bunuh diri setelah terjun dari tower BTS di Jalan Pahlawan Desa Dalam Kecamatan Alas, Senin (30/11/2020) lalu ?.

Setelah kematiannya setengah tahun silam, keluarga korban menemukan adanya kejanggalan. Karena itulah, pihak kepolisian Polres Sumbawa menggali kuburan remaja berusia 17 tahun tersebut, Kamis (20/5/2021) kemarin.

Penggalian kuburan untuk kepentingan otopsi terhadap jasad korban. Otopsi dilakukan di TPU Desa Baru, Kecamatan Alas. Kegiatan ini dihadiri oleh Ps. Kapolsek Alas, AKP. Djoko RS Gatot, Danramil Alas, Kapten Inf. Armansyah, Kasat Reskrim Polres Sumbawa, IPTU. Akmal Novian Reza, S.IK beserta anggota, Tim Dokpol dan Forensik Mataram, Kepala Desa Baru, beserta keluarga.

Kapolres Sumbawa AKBP Widy Saputra, S.IK. M.H., melalui Kasubbag Humas  AKP. Sumardi, S.Sos membenarkan adanya kegiatan tersebut. Diungkapkan, rombongan Tim Biddokes Polda NTB tiba di lokasi sekitar pukul 14.44 Wita.

Setelah itu, dilakukan penggalian kuburan korban dan selesai pukul 16.10 Wita. Setelah itu, dilanjutkan dengan Pemeriksaan oleh Tim Biddokes Polda NTB didampingi oleh Urdokkes Polres Sumbawa.

Sumardi mengungkapkan, otopsi ini dilakukan berdasarkan permintaan pihak keluarga. Karena kemungkinan keluarga merasa ada kejanggalan terkait kematian korban. Untuk hasil otopsinya sendiri, sementara ini masih belum bisa disampaikan. “Nanti Tim Biddokes Polda NTB yang akan berkoordinasi dengan kami. Untuk menyampaikan hasil otopsi,” ujar Sumardi.

Seperti diberitakan, Warga kecamatan Alas, digemparkan dengan aksi bunuh diri seorang pemuda yang masih duduk di bangku SMA berinisial AW (17). Peristiwa ini terjadi 30 November 2020 lalu.

Korban  diduga melompat dari salah satu Tower BTS yang berlokasi di Jalan Pahlawan Desa Dalam Kecamatan Alas. Sebelum aksi nekatnya, korban sempat mengirim SMS kepada ayahnya. Berisikan permohonan maaf kepada orang tuanya. Almarhum mengaku telah ditipu dan telah mentransfer uang sebesar Rp 10 juta.

Sebelum ayah korban menerima SMS, korban ke luar rumah dengan membawa ATM milik ayahnya. Korban beralasan akan mengisi paket internet. Belakangan diketahui bahwa Ibu korban merupakan TKW, yang biasanya mentransfer gajinya ke rekening ATM yang dibawa korban. (SR)

hpn2026 nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *