DOMPU, samawarea.com (24/5/2021)
Jajaran Polres Dompu melalui Polsek Woja bertindak cepat untuk mengantisipasi terjadinya perang antar kampung antara Kelurahan Kandai Dua dan Renda Kelurahan Simpasai. Hal ini dipicu saling ejek antar pemuda dua kelurahan itu di media social yang bisa memprovokasi masyarakat.
Pihak kepolisian yang dipimpin Kapolsek Woja, IPDA Abdul Haris melakukan penggalangan warga di dua kelurahan, serta mempertemukan dua pemuda yang berseteru di Medsos. Keduanya pun bersepakat untuk berdamai dengan menghentikan ujaran kebencian di media social.
Kapolres Dompu melalui Kasi Humas, IPDA Handik Wijaksono, Senin (24/5), menuturkan, persoalan ini muncul status yang diupload KS alias KISS warga Simpasai di akun facebook “Proletariat Kiss” yang dianggap perbuatan tidak menyenangkan dan bisa memprovokasi situasi Kamtibmas. Status itu dibalas warga Kandai Dua dengan akun WNR Wadin, sehingga menimbulkan reaksi berlebihan menjurus ke perang kampung.
Sebab pada dasarnya kedua kampong ini mempunyai sejarah pertikaian yang cukup panjang dan berulangkali terjadi. Menyikapi laporan hasil patroli cyber unit Intelkam ini, Kapolsek Woja IPDA Abdul Haris memerintahkan Kanit Intelkam dan Kanit Binmas melakukan penggalangan warga kedua kelurahan ini.
Tepatnya, Senin (24/5) siang, dilakukan mediasi kedua belah pihak di Taman Kota Dompu. Mediasi yang dipimpin Kapolsek Woja ini menghasilkan kesepakatan damai. Bahkan kedua belah pihak menyampaikan terima kasih kepada pihak kepolisian yang cukup responsive dalam menjaga situasi dan mengantisipasi potensi yang menyebabkan rawan Kamtibmas.
“Kedua belah pihak sepakat untuk menghentikan upaya provokasi saling lempar ujaran kebencian di media sosial dan bersedia untuk saling memaafkan dan akan berusaha membantu pihak Kepolisian dalam rangka memelihara stabilitas keamanan di wilayah hukum Polsek Woja,” ungkapnya.
Untuk diketahui, bentuk responsive Polsek Woja dalam mengantisipasi perang kampong merupakan bentuk sensitifitas Polri sebagai penerapan salah satu kebijakan Kapolri yaitu Konsep Presisi Kepolisian masa depan yakni Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan.
Kemudian upaya mediasi yang dilakukan oleh Polsek Woja yang berhasil mendamaikan kedua oknum warga dari dua kelurahan ini, sebagai upaya menampilkan sosok Polri yang problem solving atau konsultan yang solutif dalam penyelesaian masalah yang terjadi di tengah masyarakat. (SR)






