SUMBAWA BESAR, samawarea.com (24/5/2021)
Kabupaten Sumbawa khususnya di sekitar Teluk Saleh memiliki potensi mangrove yang cukup besar. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH), tercatat sekitar 10.660 hektar mangrove dengan jenis yang beragam.
Namun potensi ini belum dibarengi dengan usaha pengelolaannya karena masyarakat belum melihat mangrove sebagai komoditas yang bernilai. Terjadi trend kerusakan lahan mangrove.
Ini diperparah karena bukaan lahan tambak lokal dan pemukiman oleh masyarakat desa. Kondisi ini berdampak besar terhadap kualitas lingkungan laut yang sangat berpangaruh besar terhadap kelangsungan ekosistem laut lainnya.
Salah satu yang memiliki potensi pengembangan mangrove adalah Dusun Prajak, terletak di wilayah Teluk Saleh yang langsung berbatasan dengan zona biosfer Moyo-Tambora.
Prajak adalah salah satu dusun strategis di Teluk Saleh yang sangat berpengaruh besar dalam kelestarian SDA laut seperti karang dan hewan ikonik Sumbawa lainnya seperti Hiu Paus.
Melalui pendekatan edukasi intensif, dusun yang terkenal dengan aktivitas destructive fishing-nya ini perlahan bisa diajak untuk meninggalkan kegiatan lama mereka dengan kegiatan pengelolaan pesisir berkelanjutan.
Program yang bisa diberikan kepada masyarakat Prajak adalah program edukasi masyarakat terkait pentingnya pengolahan mangrove sebagai sumber ekonomi kreatif bagi masyarakat pesisir.
Berdasarkan hal tersebut, Fakultas Teknobiologi (FTB) bersama sponsor utama dari Asia Coatings Enterprises (ACE) terdorong untuk melakukan pelatihan pembuatan pewarna alami berbahan mangrove.
Tujuan utama dari kegiatan ini yaitu, memberikan skill pembuatan pewarna tenun alami berbahan mangrove kepada masyarakat Dusun Prajak, bersama pemerintah desa/dusun.
Dan Pokdarwis menginisiasi kegiatan produksi pewarna mangrove secara berkelanjutan, lalu memberikan pendidikan kepada anak, pemuda dan masyarakat Dusun Prajak akan pentingnya memanfaatkan Mangrove sebagai ekonomi kreatif.
Pokdarwis juga akan membantu pemasaran dan penyerapan produk desa berupa pewarna tenun alami berbahan mangrove untuk kebutuhan desa lain yang menjadi sentra tenun di Sumbawa ataupun NTB.
Dekan Fakultas Teknobiologi (FTB) UTS, Izzul Islam, M.Sc. Eng dalam sambutannya mengatakan, Fakultas Teknobiologi berkomitmen agar program-program pelatihan seperti ini akan terus dilanjutkan dan ditingkatkan.
“FTB siap menjadi mitra stategis desa dalam pengembangan wilayah pesisir berkelanjutan. Ilmu-Ilmu di kampus akan lebih barokah bila bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” imbuh Izzul.
Kepala Dusun Prajak, Ibrahim memberikan apresiasi yang tinggi kepada Fakultas Teknobiologi UTS dalam bersama dengan Asia Coating Enterprises, atas telah diselenggarakannya kegiatan tersebut. Dusun Prajak menyambut baik program ini karena unik dan baru.
“Semoga BUMDes bisa mengambil kesempatan ini untuk mengembangkan produk lokal dan bisa menjadi sentra olahan mangrove agar masyarakat bisa ditingkatkan ekonominya serta diajak untuk turut serta menjaga lingkungan,” pungkas Ibrahim. (SR)







Đâu là các nhà cái cá cược nhất hiện nay? buộc phải lựa chọn nhà cái nào để chơi? Chúng tôi sẽ đề xuất top 10 nhà cái cá độ phải chăng nhất trong năm 2022 để game thủ có cái nhìn tổng quan và đưa ra lựa chọn riêng cho mình.