SUMBAWA BESAR, samawarea.com (2/7/2020)
Meski diterpa pandemic Covid, BRI Cabang Sumbawa tetap eksis bahkan semakin kuat. Ini berkat kepercayaan masyarakat Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat terhadap BRI sebagai lembaga perbankan terbesar dan tersebar luas di Indonesia. Indikasinya, jumlah dana simpanan nasabah periode Desember 2019—Juni 2020, semakin meningkat, rekening kian bertambah dan alokasi pinjaman ke masyarakat semakin besar.
Pemimpin Cabang BRI Sumbawa, Lalu Novizar Rahim yang ditemui usai Penarikan Undian Simpedes periode II Tahun 2019 di Sumbawa Grand Hotel, Kamis (16/7/2020), mengakuinya. Kenaikan dana tabungan masyarakat dalam waktu 6 bulan ini mencapai Rp 53 milyar. Ini hanya untuk tabungan mikro (BRI Unit) dan belum termasuk tabungan makro di BRI Cabang Sumbawa. Demikian dengan penambahan rekening (rekening baru) mencapai sekitar 31.000. Pinjaman pun juga mengalami kenaikan mencapai hampir Rp 57 milyar. Peningkatan ini membuatnya bangga, terutama dana simpanan. Hal tersebut membuktikan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap BRI sangat luar biasa.
Lebih jauh dikatakan Novizar, bahwa di masa pandemic Covid ini, BRI turut berperan dalam mengatasi dampak ekonomi masyarakat terutama para nasabahnya. BRI meluncurkan berbagai program dan kebijakan, seperti restrukturisasi kredit, KUR, dan KMK e-Kupedes Bangkit. Untuk KMK e-Kupedes, dihajatkan untuk mengantisipasi nasabah-nasabah terdahulu yang usahanya (UMKM) terkendala akibat covid. BRI akan memberikan bantuan dana guna membangkitkan kembali usahanya. Ada kriteria tertentu UMKM yang mendapatkan bantuan dana ini. Bantuan tersebut sejalan dengan manajemen BRI yang menginginkan UMKM di Indonesia harus selamat. “Pandemi Covid ini berdampak terhadap ekonomi secara luas. Kami tidak tinggal diam. Sebagai lembaga perbankan, BRI yang nasabahnya sampai pelosok, meluncurkan beberapa program yang kami launching sebagai antisipasi covid,” ujarnya.
Diakui Novizar, selama Covid, omzet penjualan secara tradisional sangat menurun. Ini karena adanya kekhawatiran masyarakat akan terpapar covid ketika keluar rumah dan bersentuhan dengan orang lain. BRI pun memberikan perhatiannya dan mencari solusi untuk mengatasi permasalahan itu. Yaitu, mengembangkan aplikasi Web Pasar. Dalam website ini berisi nomor para pedagang di pasar. Ketika masuk ke alamat web, muncul kelas sembako, kelas pakaian dan lainnya sebagai menu kebutuhan yang bisa dipilih masyarakat. Jadi, pedagang dan konsumen dapat bertransaksi tanpa harus ke pasar dan bertatap muka. “Ini salah satu upaya yang dilakukan BRI dalam mengantisipasi pandemi. UMKM harus tetap hidup karena terbukti pada krisis yang lalu, UMKM adalah yang paling stabil dalam menjawab tantangan krisis,” pungkasnya. (JEN/SR/Adv)






