KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN DINAS KOMINFOTIK KABUPATEN SUMBAWA
SUMBAWA BESAR, samawarea.com (21/5/2020)
Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa merilis bahwa pada tanggal 20 Mei 2020 mencatat terdapat 9.908 kumulatif kasus terkait Covid-19 di Kabupaten Sumbawa. Sebanyak 8.776 adalah Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG), dan 8.418 orang di antaranya telah selesai melaksanakan isolasi mandiri. Dan sisanya 358 orang masih menjalani isolasi mandiri. “Hari ini ada penambahan 51 kasus yang terkait Covid-19 dari laporan sebelumnya,” kata Sekda Kabupaten Sumbawa selaku Kepala Sekretariat Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumbawa Drs. H. Hasan Basri MM, Rabu (20/5/2020) di Ruang Rapat Sekda Sumbawa.
Selain itu terdapat 599 Orang Tanpa Gejala (OTG) tetapi memiliki hubungan erat dengan kasus yang terkonfirmasi positif. 554 OTG telah selesai menjalani isolasi mandiri, dan tersisa 45 OTG yang diisolasi. Demikian Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 451 orang atau bertambah 2 orang dari laporan sebelumnya. 446 ODP di antaranya selesai dipantau dan 5 ODP lainnya masih dalam pemantauan.
Sedangkan total kumulatif PDP dan konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 82 orang. Sebanyak 53 orang adalah dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP). 46 orang PDP dinyatakan sembuh (2 x swab negatif) atau terdapat penambahan 5 orang sembuh dari laporan sebelumnya, 1 PDP meninggal dunia dan 6 orang masih dalam pengawasan di Rumah Sakit Provinsi NTB Manambai Abdulkadir, RSUD Kabupaten Sumbawa dan sebagian ditempatkan di Pusat Karantina Terpadu. “Hari ini ada satu orang positif Covid-19 dari Kluster Sukabumi dinyatakan sembuh, sehingga menjadi sebelas orang yang telah sembuh,” tambah Sekda.
Dari 29 orang total terkonfirmasi positif Covid-19 dengan rincian klaster yaitu 1 orang meninggal dunia yang belum diketahui sumber penularanannya, 11 orang sudah dinyatakan sembuh, terdiri dari 1 orang dari Klaster Jakarta, 7 orang dari Klaster Gowa, 2 orang dari kontak erat Klaster Gowa, 1 orang dari Klaster Sukabumi. Masih terdapat 17 positif dan dirawat di Rumah Sakit yang terdiri dari 1 orang dari Klaster Gowa, 4 orang kontak erat dengan Klaster Gowa, 3 orang kluster Magetan di rawat di Rumah Sakit Provinsi NTB Manambai Abdulkadir, 2 orang kontak erat dengan Klaster Gowa, dan 7 orang kluster Magetan dirawat di RSUD Kabupaten Sumbawa. Untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terpukul akibat wabah corona, maka Pemerintah akan menyalurkan Jaring Pengaman Sosial kepada masyarakat baik melalui pemerintah pusat, provinsi, kabupaten dan desa.
Menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri 1441 Hijriah dengan memperhatikan sebaran wabah Covid-19 di Kabupaten Sumbawa, Surat Edaran Gubernur Nusa Tenggara Barat serta Maklumat Majelis Ulama Indonesia, Bupati Sumbawa HM. Husni Djibril, B.Sc selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Kabupaten Sumbawa mengimbau untuk tidak melaksanakan Shalat Idulfitri secara berjama’ah di lapangan atau masjid/musala, namun diganti dengan salat Idulfitri dengan berjama’ah bersama anggota keluarga di rumah. Demikian pula seluruh pusat perbelanjaan, toko-toko pakaian, pasar dan sejenisnya agar ditertibkan sesuai dengan protocol kesehatan, dengan menerapkan physical distancing dan social distancing, wajib menggunakan masker dan menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer. Seluruh aparat keamanan terkait (TNI/Polri/Satpol-PP, Camat, Lurah/Kepala Desa, Kepala Dusun/Lingkungan dan Ketua RT) dengan selalu melibatkan peran serta aktif dari para tokoh agama, tokoh masyarakat dan organisasi kemasyarakatan lainnya di masing-masing lingkungan untuk meningkatkan pengawasan dan penertiban sebagai upaya bersama memutus rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sumbawa. “Pemerintah selalu mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan waspada, selalu mengindahkan arahan dan informasi pemerintah untuk bersama-sama memutus penyebaran virus corona di Kabupaten Sumbawa,” pungkasnya. (SR)






