SUMBAWA BARAT, samawarea.com (4/5/2020)
Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat telah membagi puluhan ribu septick tank ramah lingkungan kepada masyarakat. Setiap sekali dalam tiga tahun harus disedot karena kapasitasnya telah mencapai batas maksimal. Karena itu pada tahun ini Dinas PUPR Bidang Cipta Karya menjadwalkan penyedotan setiap tahunnya dimulai dari tahun ini. Karena bantuan septick tank untuk peningkatan kualitas jamban pertamakali digelontorkan pada Tahun 2017.
Ditemui samawarea.com belum lama ini, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Burhanuddin Harahap ST mengakui bahwa tahun ini akan dimulai penyedotan saptick tank untuk bantuan tahun 2017 lalu. Menurut petunjuk teknisnya rentan waktu harus dilakukan penyedotan paling lama 3 tahun, karena masa itu saptick tank sudah penuh. “Saat ini kita lagi membuat jadwal penyedotan sesuai dengan tahun berapa bantuan digelontorkan, yang jelas program peningkatan kualitas jamban sudah mulai dibagikan ke masyarakat mulai tahun 2017 sampai 2019, sehingga setiap tahunnya pasti akan dilakukan penyedotan ke rumah masing-masing,” ungkapnya.
Untuk penyedotan kemungkinan akan dipungut biaya. Namun dalam pungutan ini harus menggunakan peraturan kepala daerah yang sampai sekarang belum bisa dibahas karena terkendala adanya Virus Corona ini yang semua anggaran pelaksanaan kegiatan masih di tarik. Tapi apabila kondisi ini belum membaik pasti akan menggunakan kebijakan lain. Misalnya, untuk sementara waktu akan digratiskan. “Seperti sekarang ini masih digratiskan karena belum terjadwal. Kita masih menerima panggilan saja,” akunya.
Sedangkan untuk penampungan tinja yang disedot, Burhanuddin menyebnutkan ada Instalasi Pengelola Lumpur Tinja (IPLT) dengan daya tampung perhari bisa sampai 30 kubik. Selanjutnya tinja tersebut akan dikelola menjadi kompos yang bagus untuk penyubur tanaman. Meski demikian, untuk memaksimalkan pengelolaan IPLT pihaknya akan mengikuti latihan di pusat. “Lagi-lagi karena kondisi ini terpaksa jadwalnya disesuaikan sampai kondisi membaik. Yang jelas hasil kompos nantinya akan diberikan kepada masyarakat yang tekhnisnya akan dirapatkan terlebih dahulu,” ujarnya.
Ditanya soal kekuatan armada yang hanya tersedia 2 unit apakah bisa maksimal dengan 5000 saptick tank Tahun 2017 yang akan disedot ? Burhanuddin mengaku itulah yang masih dipikirkan. Sebab setiap armada hanya bisa mengangkut 4 hasil sedotan saptick tank dan maksimal rata-rata 4 kali dalam sehari. Artinya dalam sehari hanya mampu disedot 32 saptick tank untuk 2 armada. “Bayangkan ada 5000 Sapticktank yang disedot, ini bisa memakan waktu selama setengah tahun,” akunya.
Melihat kondisi ini, Burhanuddin mengaku sudah mengajukan permohonan ke pusat saat acara AHL. Pusat pun berjanji akan memprioritaskan untuk bantuan armada bagi KSB, mengingat salah satu daerah yang sukses memasang Saptictank peningkatan kualitas jamban dengan progres 100 persen. (HEN/SR)






