SUMBAWA BESAR, SR (19/7/2019)
Saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pasar Seketeng, Jumat (19/7) pagi tadi, Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril B.Sc terlihat begitu haru. Selain berhasil menghadirkan pasar representative bagi masyarakat di daerah ini, Bupati mengenang kisahnya berjualan udang di pasar yang sangat bersejarah tersebut. “Saya sangat terharu dengan dimulainya pembangunan Pasar Seketeng ini, karena saya punya catatan sejarah dan kenangan tersendiri,” ungkap Bupati Husni Djibril saat memberikan sambutan pada acara Ground Breaking Pasar Seketeng ini.
Mengawali ceritanya, Bupati menuturkan bahwa puluhan tahun silam (1997—1998) Ia memenuhi kebutuhan hidupnya dengan menjadi seorang pengumpul atau pelele udang. Haji Husni—akrab Bupati disapa, datang ke tambak udang milik Siti Hardianti Rukmana (Mbak Tutut) putrid Presiden RI Soeharto, yang berlokasi di Poto Tano. Udang yang telah disortir dan tidak masuk dalam kualitas eksport ini dibelinya hingga 3-4 box. Selanjutnya udang itu diangkut menggunakan bemo angkot menuju Pasar Seketeng. “Dari pukul 02.00 dinihari, kami sudah membersihkan produk dagangan kami dan kami angkut menggunakan bemo untuk kami jual di Pasar Seketeng. Di Pasar Seketeng kami tidak punya lapak khusus hanya menumpang di sudut-sudut kecil pasar dengan kondisi yang tidak layak,” ucapnya lirih.
Artinya kekumuhan dan kesemrawutan Pasar Seketeng sudah terjadi sejak dulu. Meski demikian pasar inilah yang memulai usahanya maju dengan pesat. “Jadi kisah hidup saya bermula dari Pasar Seketeng ini. Karena awal membina hidup rumah tangga bersama istri, saya menjadi salah satu pedagang di sini,” ucapnya.
Dengan pengalaman merasakan pedihnya berjualan di pasar, muncul tekad yang kuat untuk membangun Pasar Seketeng dengan kondisi yang lebih nyaman dan representatif sebagai pasar tipe A. Karenanya ketika dipercaya menjabat sebagai anggota DPRD Sumbawa, upaya untuk membangun pasar terus bergelora. Meski berbagai cara dilakukannya, upaya ini belum membuahkan mengingat kondisi keuangan daerah yang sangat terbatas. Tapi ketika ia diberikan amanah menjadi Bupati Sumbawa dan masih menjabat sampai saat ini, pembangunan Pasar Seketeng menjadi prioritas utama. “Dan Alhamdulillah pada hari ini, saya melakukan Groudbreaking Pasar Seketeng sebagai tanda dimulainya pembangunan dengan target 6 bulan lamanya. Insyaa Allah tahun 2020 mendatang para pedagang dan masyarakat bisa beraktifitas kembali di pasar ini,” ujarnya.
Bupati berharap dukungan semua pihak bagi keberlangsungan pembangunan Pasar Seketeng ini. Ia juga mengajak masyarakat untuk mengawalnya setiap saat sehingga rekanan tidak lalai terhadap pekerjaannya. Kepada Kajari, Kapolres, TP4D dan Inspektorat, diminta bersinergi sehingga pembangunan Pasar Seketeng ini berjalan lancar dan hasilnya memenuhi harapan masyarakat. (JEN/SR)






