SUMBAWA BESAR, SR (19/7/2019)
Enam bulan mendatang, Kabupaten Sumbawa sudah memiliki pasar terbesar, megah dan representatif di Pulau Sumbawa. Pasalnya, Jumat (19/7/2019) tadi pagi, dilakukan ground breaking atau peletakan batu pertama pembangunan Pasar Seketeng senilai Rp 78 miliar. Peletakan batu ini ditandai dengan penekanan tombol oleh Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril B.Sc, Ketua TP PKK, Kajari, pejabat yang mewakili Kapolres, Pimpinan DPRD dan Kepala Bapenda Sumbawa.
Dalam kesempatan itu Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumbawa, Drs. H. Hasan Basri melaporkan bahwa Pasar Seketeng adalah pasar terbesar di Kabupaten Sumbawa yang dibangun pada tahun 1981 dengan luas area 12.500 m2 (meter persegi). Setelah dilakukan pembebasan lahan pada tahun 2019, luas lahan Pasar Seketeng saat ini menjadi 15.000 m2 atau 1,5 hektar dengan jumlah pedagang sebanyak 2.163 orang. Dan Pasar Seketeng adalah satu-satunya pasar Type A di Kabupaten Sumbawa. Sebelum dibangun kembali pada tahun ini, ungkap Haji Bas—akrab Calon Sekda Sumbawa ini, Pasar Seketeng telah direnovasi beberapa kali. Terakhir direnovasi pada tahun 2011 atau delapan tahun yang lalu dengan anggaran yang bersumber dari dana CSR PT. Newmont Nusa Tenggara (PTNNT), tetapi belum mampu mengakomodir jumlah pedagang yang ada di pasar ini. Akibatnya pedagang terpaksa harus berjualan di luar area pasar sampai menggunakan badan Jalan Dr Cipto dan Jalan Mujair sehingga menyebabkan kesemrawutan dan kemacetan lalulintas.
Lebih jauh dijelaskannya, Pasar Seketeng adalah pusat perekonomian yang sangat vital bagi masyarakat Kabupaten Sumbawa. Namun dengan adanya musibah kebakaran yang terjadi 23 Januari 2019 lalu, aktivitas perdagangan di Pasar Seketeng untuk sementara dialihkan ke Taman Kerato. “Dan alhamdulillah harapan dan impian masyarakat Sumbawa yang telah ditunggu, pada hari ini akan kita mulai pembangunannya,” cetus Haji Bas.
Untuk diketahui, Pasar Seketeng yang dibangun ini merupakan pasar yang pengelolaannya dengan Standar Nasional Indonesia (SNI), akan dibangun dua lantai yang terdiri dari tiga blok yaitu Blok A, Blok B dan Blok C dengan luas keseluruhan bangunan 22.000 meter persegi. Pasar ini mampu menampung sebanyak 2.700 pedagang terdiri dari 700 kios permanen dan 2000 pedagang pelataran. Pasar ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas di antaranya musholla, toilet yang representatif sebanyak 16 unit, pengelolaan air limbah, ramah terhadap penyandang disabilitas, ruang pemeriksaan kesehatan, lahan parkir, taman dan fasilitas bermain anak-anak, beserta fasilitas lainnya.
Pembangunan pasar ini akan dibangun dua tahap, yaitu tahun 2019 dan 2020. Tahap pertama saat ini akan dibangun Blok B dan Blok C sampai tuntas serta pondasi untuk Blok A. “Kami memohon kepada Bapak Bupati kiranya pembangunan Blok A ini dapat dilanjutkan pada tahun 2020 mengingat pasar ini adalah jantung perekonomian masyarakat Kabupaten Sumbawa,” pintanya.
Dengan terbangunnya pasar ini, lanjut mantan Kepala Inspektorat Daerah ini, kesan yang selama ini bahwa pasar identik dengan kotor, becek, kumuh, dan bau akan hilang. Karena pasar ini adalah pasar rakyat yang dibangun dengan protoype sesuai dengan aturan Menteri Perdagangan dengan memperhitungkan sirkulasi udara, pencahayaan, air bersih yang bangunan dan pengelolaannya sesuai dengan SNI. (JEN/SR)







