Oleh: LAURA DWI PUTRI (Mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Malang Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia)
MALANG, SR (4/3/2019)
Pada zaman yang modern saat ini, sangat banyak pengaruh-pengaruh dari luar yang dapat merusak daya pikir anak. Salah satunya game online. Saat ini game online merupakan permainan yang sangat digemari anak-anak bahkan remaja. Hal tersebut menjadi penghambat anak dalam belajar. Untuk itu kita harus mempunyai cara untuk dapat menyelesaikan permasalahan tersebut. Salah satunya adalah membuat metode yang dapat membuat anak meningkatkan pembelajaran mereka, serta tidak bosan dalam belajar. Metode pembelajaran luar ruang merupakan metode pembelajaran yang dilakukan untuk menumbuh kembangkan pengetahuan anak, membuat mereka dapat berinteraksi langsung dengan alam dan mengurangi kebosanan dalam belajar. Belajar di luar ruang bisa menggunakan alam sebagai media pembelajaran, ataupun rekreasi pada tempat-tempat yang mempunyai nilai sejarah bagi Indonesia, dan juga museum-museum. Hal ini dapat memberikan pengetahuan baru pada anak. Misalnya study tour ke Candi Borobudur yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Monumen ini memiliki nilai pengetahuan yang dibutuhkan siswa dalam pengetahuannya. Pada dasarnya anak-anak berpikir bahwa hanya dengan bermain yang bisa membuat mereka terhibur. Padahal dengan membuat metode pembelajaran yang berbeda dan mempunyai unsur belajar dengan cara bermain anak-anak akan mendapatkan 2 hal penting sekaligus, yaitu belajar dan hiburan.
Begitu juga dengan fasilitas yang berada di sekolah. Perpustakaan misalnya. Perpustakaan di sekolah-sekolah kadang tidak digunakan oleh warganya. Padahal perpustakaan memiliki manfaat sangat banyak. Salah satunya kita dapat menyelesaikan tugas-tugas rumah yang diberikan guru di perpustakaan, tanpa harus mencari di internet. Karena di internet pun kita harus memiliki paket data terlebih dahulu ataupun mencari wifii agar dapat mencari jawaban di internet. Hal ini sangat tidak efektif, selain harus mencari wifii atau paket data terlebih dahulu cara ini dapat memicu anak-anak untuk membawa gadget ke sekolah. Untuk itu, sebaiknya perpustakaan bisa digunakan sebagai tempat belajar saat tidak di ruang kelas. Karena di sana anak-anak dapat leluasa mencari buku-buku apabila saat ini guru memberikan tugas dan juga perpustakaan setiap harinya ramai. Hal ini dapat memancing anak-anak lain untuk dapat menggunakan perpustakaan sebagai penyelesaian tugas mereka.
Berikut 5 manfaat belajar di luar ruangan:
- Mengatasi kebosanan siswa saat belajar di dalam kelas
- Mengajak siswa mengenal alam dan tempat-tempat yang belum diketahuinya
- Mengubah persepsi anak bahwa belajar itu tidak asik
- Mengurangi kepenatan dalam belajar
- Fasilitas sekolah, tempat-tempat bersejarah dan penting tetap dikunjungi sebagai media pembelajaran
Itulah beberapa manfaat belajar di luar ruangan. Metode ini harus selalu dikembangkan di setiap sekolah-sekolah. Karena dengan dikembangkannya metode ini manfaatnya akan lebih terasa pada pembelajaran terhadap siswa dengan guru. Dan juga siswa dapat lebih mudah dalam memahami pembelajaran. Metode ini adalah salah satu dari metode yang dapat meningkatkan pembelajaran siswa. Banyak metode-metode lain yang dapat digunakan guru pada saat mengajar yang bisa lebih meningkatkan pembelajaran siswa. Karena metode pembelajaran harus selalu diperbarui sehingga guru dapat menilai hal apa saja yang mengganggu pembelajaran siswa ataupun hal apa saja yang membuatnya malas dalam belajar. Hal tersebut mengenai permasalahan dalam pendidikan yang harus di selesaikan. Karena generasi muda merupakan harapan bangsa, perubahan ada pada tangan mereka, bagaimana Indonesia kedepannya tergantung bagaimana mereka saat ini. Jadi, kita harus sama-sama mencari penyelesaian dari masalah tersebut, agar kualitas generasi muda Indonesia akan lebih baik lagi. (*)






