SUMBAWA BESAR, SR (4/3/2019)
Biaya pembayaran listrik seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Sumbawa yang menggunakan anggaran APBD, sungguh fantastis. Setiap tahunnya mencapai lebih dari Rp 10 milyar. Karena itu Pemda Sumbawa melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) akan melakukan berbagai terobosan untuk menekan angka pengeluaran tersebut.
Kepala BPKAD Sumbawa, Wirawan Ahmad S.Si., MT yang dikonfirmasi SAMAWAREA di ruang kerjanya, Senin (4/3) mengakui hal itu. Pemerintah daerah akan mencoba secara kreatif untuk melakukan efisiensi berbagai bidang. Salah satunya biaya operasional di antaranya pembayaran listrik. Dari Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Tahun 2019 ungkap Wirawan, tergambar bahwa target belanja untuk listrik di seluruh OPD mencapai Rp 10 milyar lebih. Untuk menekan pengeluaran ini, pihaknya sedang menggodok sebuah lomba. Yaitu Lomba Hemat Energi yang diikuti semua OPD. Intinya lomba ini memberikan motivasi kepada seluruh OPD untuk melakukan penghematan listrik. Indikator pemenang lomba adalah biaya atau rekening listrik yang dibayarkan itu terus menurun. “Bayangkan saja jika kita menghemat 20 persen saja, kita bisa dapat 2 Milyar,” ucap mantan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) ini.
Selanjutnya ungkap Wirawan, hasil efisiensi tersebut akan menjadi bagian dana insentif yang akan diberikan Bupati kepada masing-masing OPD sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan ASN di OPD bersangkutan. Terkait dengan pelaksanaan Lomba Hemat Energi ini, Wirawan menyatakan dalam waktu dekat. Bupati sangat merespon inovasi ini dan saat ini sedang dibuat edaran bupati mengenai lomba tersebut. “Sederhana saja lombanya, bisa turunkan bayar listrik berpotensi menjadi juara,” pungkasnya. (JEN/SR)






