SUMBAWA BARAT, SR (8/3/2019)
Program Jumpa Bang Zul dan Umi Rohmi (Jangzulmi), merupakan implementasi dari visi dan misi NTB Bersih dan Melayani, dengan akselerasi transformasi birokrasi yang bersih dan melayani. Program yang terus gencar dilakukan Pemprov NTB ini, Jum’at (8/3), menyasar Bumi Pariri Lema Bariri, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Bertempat di Halaman Kantor Bupati KSB.
Jangzulmi merupakan ruang komunikasi publik yang terbuka untuk seluruh masyarakat di NTB. Karena sejatinya kegiatan tersebut dihajatkan untuk mensosialisasikan program NTB Gemilang, juga menyerap aspirasi dan keluhan masyarakat NTB, khususnya masyarakat KSB yang menjadi tuan rumah pekan ini. Diawali senam pagi, Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc, bersama Bupati KSB, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, didampingi sejumlah Kepala OPD lingkup Provinsi NTB, seluruh OPD lingkup Pemkab KSB dan masyarakat antusias mengikuti acara Jangzulmi.
Dalam sambutannya Bang Zul—akrab Gubernur disapa mengatakan bahwa dialog Jumpa Bang Zul dan Umi Rohmi ini, berawal dari usul masyarakat. Dikarenakan sistem pemilu langsung yang menyebabkan adanya revolusi peningkatan harapan masyarakat yang ingin permasalahan-permasalahannya bisa didengar langsung oleh pemimpin pilihannya. Ia berharap dengan adanya kegiatan ini, harapan akan frekuensi kedekatan dengan masyarakat bisa ditingkatkan dengan mekanisme sistem yang lebih baik kedepan. “Kalau masyarakat punya masalah bisa selesai disini, kenapa harus di kantor,” ujarnya.
Ia berharap dengan program ini masyarakat di NTB bisa lebih dekat dengan kepala daerahnya, dan pimpinan-pimpinan organisasi perangkat daerah yang ada. Di hadapan masyarakat yang hadir, Gubernur menambahkan harapan akan kedekatan dengan masyarakat bukan hanya kepada pemerintah, namun juga kepada wakil-wakil rakyat yang ada di daerah maupun pusat. “Pemimpin harus konsisten mengunjungi masyakat, baik pada saat proses pemilihan maupun setelah terpilih,” katanya mengingatkan.
Sebelumnya, Bupati KSB Dr. Ir. HW. Musyafirin MM dalam pengantarnya mengatakan, Kegiatan Jangzulmi adalah kesempatan terbaik bagi masyarajat untuk menyampaikan uneg uneg, apabila ada perlakuan yang masih kurang adil dari Pemkab. “Laporkan saja kepada beliau (Gubernur), gak apa,” pintanya.
Musyafirin mengatakan, apapun masalahnya jika dikerjakan bersama akan terasa ringan. Terutama masalah penanganan rehab pasca gempa yang dapat diselesaikan dengan baik di KSB. (SR)






