SUMBAWA BARAT, SR (8/3/2019)
Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc mengungkapkan kekagumannya dengan potensi KSB. Ia mengatakan tidak ada kabupaten lain di NTB yang prospek ekonominya seperti KSB, dengan investasi yang besar di Kabupaten tersebut. Dijelaskan Doktor Zul, tugas pemerintah menghadapi investasi besar, meng-upgrade SDM masyarakat agar menjadi tuan di rumahnya sendiri. “Jangan sampai investasi banyak tapi berada di luar pagar,” tandas Gubernur di hadapan masyarakat dan pemerintah KSB dalam Jumpa Bang Zul—Ummi Rohmi (Jangzulmi) di Halaman Kantor Bupati KSB, Jum’at (8/3).
Ke depan masyarakat dan Pemkab KSB saran Gubernur, harus duduk bersama membahas terkait kemajuan-kemajuan pembangunan yang telah dan akan dilakukan di KSB. Tujuannya agar masyarakat dapat menikmati bersama-sama kemajuan yang ada. Untuk itu, Ia mengingatkan Pemkab, masyarakat dan investor harus memiliki mental win-win agar mendatangkan kemanfaatan bersama, antara pemerintah, investor dan masyarakat. “Itulah sebabnya kenapa pemerintah melakukan pengiriman mahasiswa ke luar negeri, tujuan untuk meningkatkan sumberdaya anak-anak muda NTB, agar jadi anak-anak handal bahkan menjadi investor besar di masa mendatang,” pungkasnya.
Sementara itu Bupati KSB Dr. Ir. HW. Musyafirin MM yang mendampingi Gubernur, berharap sinergi antara Provinsi dan Pemda KSB terus ditingkatkan termasuk dalam pembangunan infrastruktur yang menjadi kewenangan provinsi. “Kebersamaan itu sebagai dorongan semangat dan tekat bersama menuju NTB Gemilang di masa akan datang,” ujarnya.
Di tempat yang sama, masyarakat KSB sangat antusias dan bangga bisa bertemu langsung gubernur. Dengan penuh harapan aspirasi dan permasalahan yang mereka sampaikan akan direspon cepat pemerintah. Sebagian pertanyaan yang disampaikan dijawab langsung oleh gubernur dan kepala OPD terkait. Mulai dari masalah infrastruktur, irigasi, tambang, rencana pembangunan Smelter oleh PT AMMAN di KSB, hingga masalah ketenagakerjaan dan pengiriman siswa ke luar negeri. Dari semua permasalahan yang disampaikan masyarakat ini, sebagian ada yang dalam tahap perencanaan untuk pengerjaan. (SR)






