SUMBAWA BESAR, SR (16/1/2019)
Sebanyak 215 dari 217 formasi umum pada seleksi CPNS di Kabupaten Sumbawa dipastikan terisi. Artinya hanya ada dua formasi yang tidak terisi yaitu jabatan Dokter Gigi dan Tenaga Arsiparis Ahli. Dua formasi yang tidak terisi ini karena tidak ada pelamarnya. Sedangkan untuk formasi khusus tenaga guru eks tenaga honorer K2 dari 58 jatah yang diberikan hanya 23 peserta dinyatakan lulus. “Alhamdulillah untuk formasi umum, 215 formasi untuk Sumbawa terisi. Kalau untuk formasi khususnya, ada 23 peserta yang lulus,” ungkap Kabid Pengadaan dan Kesejahteraan Aparatur Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Sumbawa, Nur Faridah, S.Kom., MM, belum lama ini.
Saat ini para peserta yang lulus sedang melakukan pemberkasan untuk kelengkapan administrasi pengusulan NIP sebagai syarat penerbitan SK CPNS ke BKN Regional X Denpasar Bali. Setelah itu mereka diangkat menjadi CPNS melalui SK Bupati selaku Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah (PPKD). Proses pemberkasan itu dimulai sejak pengumuman kelulusan 4 Januari lalu. Berkas ini menurut Ida, harus sudah terkumpul hingga 25 Januari mendatang. Jika lewat, maka dianggap mengundurkan diri. Berkas yang dikumpulkan ini antara lain ijazah terakhir. Dan sampai 14 Januari baru 14 orang yang mengumpulkan berkas. Peserta yang dinyatakan lulus diwajibkan juga mengumpulkan SKCK, Surat Keterangan Sehat termasuk mengisi daftar riwayat hidup dengan menggunakan tulisan tangan. “Khusus pengisian daftar riwayat hidup ini sesuai ketentuan Kepala BKN No. 14 Tahun 2018. Berkas yang dikirim ke BPKK Sumbawa nanti kita verifikasi lagi untuk diinput ke sistem aplikasi kepegawaian,” terangnya.
Terhadap dua formasi jalur umum yang kosong karena tidak ada pelamarnya, Ida mengatakan, tetap akan diusulkan ke Menpan RB. Yang pasti, ada tidak tes seleksi CPNS jalur umum, pihaknya tetap menyusun kebutuhan pegawai yang tetap disampaikan ke Menpan RB. (SR)






