SUMBAWA BESAR, SR (13/1/2019)
Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara (NT), Asdin Juliady menyatakan siap menata sepanjang bantaran dan Sungai Brangbiji. Komitmen ini diucapkan untuk memenuhi permintaan langsung Gubernur NTB dan Bupati Sumbawa saat mengikuti kegiatan gotong royong serentak 60 menit se-Kabupaten Sumbawa, Minggu (13/1).
Namun Asdin—akrab pejabat ini disapa, meminta agar setelah sungai dan bantaran dibenahi, masyarakat dan pemerintah daerah dapat merawat dan menjaganya. Tidak ada lagi yang buang sampah, ataupun menggali pasir secara membabi-buta. “Percuma kami benahi sungainya tapi kalau tidak dirawat sama dengan bohong,” tukasnya.
Pihaknya belum lama ini sudah memasang bronjong di beberapa titik alur Sungai Brangbiji. Tapi setelah disusuri saat ini, terlihat banyak sampah dibuang sembarangan. Tumpukan sampah ini menjadi biang menumpuknya sedimen membuat sungai menjadi dangkal dan memunculkan ‘pulau-pulau’. “Saya akan coba memperbaiki dan membersihkannya, setelah itu saya minta dijaga agar uang yang telah teralokasi menjadi sia-sia,” katanya.
Untuk merealisasikan hal ini, Asdin mengaku telah menganggarkan dana sebesar Rp 7 milyar. Ini memang tidak banyak namun dana terus dialokasikan secara bertahap sehingga apa yang diinginkan Gubernur dan Bupati Sumbawa bahwa sepanjang alur sungai Brangbiji dari Samapuin ke Samota terlihat indah dan bersih. Tidak hanya menata sungai, tapi juga bantarannya akan dibangun jalan dari hulu sampai hilir agar dapat dijadikan jogging track. Kemudian malam harinya bantaran dapat dimanfaatkan sebagai tempat berjualan dan beragam aktivitas. (JEN/SR)






