Susuri Sungai Brangbiji, Gubernur Minta Bupati Kampanyekan Zero Waste

oleh -566 Dilihat

SUMBAWA BESAR, SR (13/1/2019)

Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah turut dalam aksi Gotong Royong serentak 60 menit se-Kabupaten Sumbawa, dalam upaya bersama Pemerintah Provinsi dengan Pemerintah Kabupaten Sumbawa  mengampanyekan Zero Waste di sepanjang Sungai Brangbiji-Lempeh-Samota Kabupaten Sumbawa, Minggu (13/1). Kegiatan yang diinisiasi Bupati Sumbawa dalam rangka menyambut HUT Kabupaten Sumbawa ke-60 ini dilaksanakan serentak di seluruh Kabupaten Sumbawa. Bersama Bupati HM Husni Djibril B.Sc, Wakil Bupati Drs. H. Mahmud Abdullah, Wakil Ketua DPRD Dr. Drs. A. Rahman Alamudy SH M.Si, dan Kepala BWS Nusa Tenggara Asdin Juliady, Gubernur NTB menggunakan perahu karet milik BPBD Sumbawa menyusuri pesisir sungai dengan titik star muara sungai Jembatan Samota. Sepanjang jalan, Gubernur mengecek kondisi sungai termasuk tebing pengamannya. Tampak di sepanjang sungai ASN, pejabat dan masyarakat berbaur bergotong-royong. Sesekali Gubernur bersama rombongan ini melambaikan tangan. Karena sungai yang dangkal, Gubernur bersama Bupati dan Wakil Bupati terpaksa tidak meneruskan perjalanannya, langsung bergabung bersama seratusan massa yang bergotong-royong di bawah Jembatan Brang Biji. Perjalanan Gubernur berakhir di Samapuin disambut Lurah dan masyarakat setempat dengan semaraknya Gendang Beleg.

Dalam sambutannya, Gubernur Dr. H. Zulkieflimansyah menyampaikan apresiasi kepada Bupati Sumbawa yang sejalan dan bersama-sama Pemerintah Provinsi mengampayekan Zero Waste, daerah bebas sampah. Menurut Bang Zul—sapaan Gubernur, Walikota Surabaya menjadi kepala daerah berprestasi bukan karena membangun gedung bertingkat, bendungan besar dan lainnya, tapi karena kebersihan kotanya. Ia pun berharap kepada Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril di sisa jabatannya bagaimana mewujudkan sungai di kota ini menjadi bersih dan indah. Sehingga ketika orang melihat Sungai Brang Biji yang membelah kota ini merasa tenang jiwanya kemudian menjadi bahagia.

Ditegaskan Bang Zul, sungai bukan tempat sampah. Karena itu ia meminta Badan Lingkungan Hidup untuk menyiapkan tempat sampah di beberapa titik, agar sampah tidak menjadi bencana melainkan berkah untuk bisa dimanfaatkan. “Provinsi NTB mencanangkan sebagai propinsi yang Zero Waste, tidak ada lagi sampah berterbangan dimana-mana lalu menjadi limbah di laut menyebabkan ikan-ikan mati. Pesan saya, semoga sungai yang membelah Kota Sumbawa ini bisa kita dijadikan tempat wisata bukan tempat sampah raksasa,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Bang Zul juga menyoroti kondisi taman-taman kota di Sumbawa yang dinilainya tidak sedap dipandang mata. Selain pohonnya kecil-kecil juga banyak yang mati. Untuk itu Bang Zul mendesak Pemda Sumbawa dapat menggantinya dengan pohon yang besar dan segar. Caranya sederhana dan tidak membebankan APBD. Pemda dapat melibatkan BUMN/BUMD untuk mengerjakannya. “Minta 100 meter dikerjakan BRI, 100 meter BNI, Mandiri, Bank NTB dan lainnya, kelar semua itu. Kalau taman di tengah kota ini sejuk, bagus dan indah, orang akan selfi di tengah jalan dan senang berolahraga,” pungkasnya.

Hal senada dikatakan Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril B.Sc juga mengutarakan niat yang sama untuk terus mengampayekan Zero waste. Salah satu untuk mewujudkannya dengan mencanangkan “Sumbawa bergotong-royong”. Kegiatan ini serentak dilaksanakan dari tingkat kabupaten hingga tingkat dusun. Ia akan terus berkesinambungan. Bupati mengaku miris melihat sampah berserakan di bantaran sungai. Di wilayah kecamatan tak kalah memprihatinkan, sampah sudah menumpuk di sepanjang jalan negara. Karena itu melalui gotong-royong ini diharapkan kesadaran kolektif terbangun untuk mewujudkan Sumbawa yang bersih dan indah. “Kami sangat mendukung harapan Gubernur NTB untuk menjadikan sungai sebagai tempat wisata. Untuk itu kami minta dukungannya penataan ulang bantaran sungai dari Samapuin sampai Pantai Jempol,” tandasnya. (JEN/SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *