Model Latihan Pakai Sepatu di Dalam Istana, Haji Ace: Saya Minta Maaf  

oleh -356 Dilihat

SUMBAWA BESAR, SR (14/09/2018)

Tidak hanya kegiatan Fashion Street Fest Sail Indonesia Moyo Tambora 2018 yang dikecam masyarakat karena salah satu modelnya memperagakan busana yang memamerkan aurat, tapi juga pelatihan pemantapan acara tersebut. Pelatihan pemantapan Fashion Street Fest Sail Indonesia Moyo Tambora 2018 ini dilakukan di dalam Istana Dalam Loka. Bukan latihan persiapan modellingnya yang menjadi persoalan, tapi peserta yang mengenakan sepatu masuk ke dalam Istana Sultan Sumbawa yang disakralkan tersebut. Ini terekam dalam video berdurasi 36 detik yang diunggah di media social. Sontak video itu banjir kecaman.

Terhadap kecaman tersebut, Penanggungjawab Istana Dalam Loka, H. Hasanuddin S.Pd yang juga Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa mengaku bersalah. “Secara pribadi maupun dalam tugas saya selaku Kepala Bidang Kebudayaan yang mengurus dan bertanggung jawab secara teknis pemeliharaan Istana Dalam Loka sebagai cagar budaya warisan Kesultanan Sumbawa, atas izin yang sudah saya berikan kepada para designer maupun model yang tergabung dalam Sumbawa Fashion Community (SFC) dan Manjakani Managemen (MM) untuk mengadakan latihan pemantapan terakhir kegiatan Tenun dan Fashion Street  Festival sebagai rangkaian Sail Indonesia Moyo Tambora 2018,” katanya.

Ia mengakui pelatihan pemantapan itu direkam dan ditayangkan melalui video yang berdurasi 36 detik yang diunggah pertamakali oleh salah seorang model pria dari Manjakani Managemen pada malam tanggal 10 September 2018. Video ini menjadi viral di media social sejak 13 September 2018 sehari sesudah pelaksanaan kegiatan Tenun dan Fashion Street Festival di Jembatan Samota Sumbawa Besar. “Ini salah saya. Ini bukan kesalahan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sumbawa, ini bukan kesalahan Pemerintah Kabupaten Sumbawa, juga bukan kesalahan Lembaga Adat Tana Samawa. Sekali lagi, tindakan ini murni kesalahan saya pribadi dalam tugas saya selaku Kepala Bidang Kebudayaan yang bertanggung jawab terhadap pemeliharaan Istana Dalam Loka,” ucapnya lirih.

Unggahan video ini, diakui Haji Ace, yang telah mencubit semangat cinta budaya, semangat fanatisme budaya, dan semangat kebanggaan budaya Tau Tana Samawa. “Saya menyampaikan permohonan maaf yang tiada terhingga kepada Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa serta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Yang Mulia Dewa Masmawa Sultan Muhammad Kaharuddin IV Sultan Sumbawa, Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) Tau Tana Samawa dari Tarano hingga Sekongkang serta dimanapun berada. Semoga tindakan ini menjadi pelajaran bagi saya pibadi hari ini maupun kedepannya,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu Haji Ace membeberkan proses terkait persiapan Fashion Street Festival Sail Indonesia Moyo Tambora 2018. Sejak Kamis, 9 Agustus 2018 hingga 8 September 2018 Manjakani Managemen dan Sumbawa Fashion Commmunity Mengadakan persiapan dan latihan setelah menerima mandat dari Event Organizer (EO) guna menjadi pengisi acara Fashion Street Festival. Latihan difasilitasi Iwan Rantag di Sasana Tambora Fitnes Centre. Fasilitasi ini termasuk pemakaian sound dan lighting serta konsumsi latihan.

Senin, 10 September 2018 Sasana Tambora Fitnes Centre digunakan untuk latihan Boxer persiapan Pekan Olahraga Provinsi NTB 2018 sehingga Manjakani Managemen meminjam halaman depan Istana Dalam Loka, selain Catwalk Runawaynya cukup panjang juga untuk menguji mental para model tampil di depan umum. Menjelang magrib latihan terakhir yang sedianya akan berlangsung hingga malam tapi tidak dapat dilaksanakan karena hujan meski tidak terlampau besar. Atas dasar pemikiran, bahwa latihan persiapan tersebut untuk sebuah hajatan besar Sail Indonesia Moyo Tambora 2018 maka Haji Ace berkesimpulan menaikkan para model yang berjumlah 75 orang tersebut ke ruang Lunyuk Agung Istana Dalam Loka guna melanjutkan latihan. Karena latihan para model memang tidak dapat dipisahkan dengan alas kaki (sepatu) yang akan mereka pakai, Ia pun menggelar karpet sebagai pengganti Catwalk Runaway sepanjang 20 meter. Adapun sepatu yang digunakan para model bukanlah alas kaki harian tetapi sepatu khusus yang dibawa dalam kemasan. Pukul 23.00 WITA latihan berakhir, ruangan Lunyuk Agung kembali dibersihkan para model sebagimana ketika mereka pertamakali naik untuk latihan. (JEN/SR)

 

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *