TGB Terancam Disanksi, Kader Demokrat NTB Kecewa Sikap Elit DPP

oleh -353 Dilihat

MATARAM, SR (11/07/2018)

Kader Partai Demokrat NTB, M Nashib Ikroman mengaku kecewa dengan sikap DPP Demokrat yang akan menjatuhkan sanksi kepada Dr. H. M. Zainul Majdi MA atau yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) terkait dukungannya ke Jokowi pada Pilpres 2019. Menurutnya, Partai Demokrat sebagai parpol yang memiliki ideologi nasionalis religius, justru seperti menganaktirikan TGB yang jelas dengan sikap politiknya terkait Pilpres 2019 mendatang. “Saya sebagai kader asal NTB kecewa dengan sikap DPP Partai Demokrat khususnya pada elit-elit partai yang tendensius dengan hadirnya TGB di pentas nasional,” kata M. Nashib Ikroman yang juga Ketua Komisi Pemenangan Pemilu Partai Demokrat NTB di Mataram, Rabu (11/7/2018).

Acip, sapaan akrabnya menilai seharusnya elite Partai Demokrat juga memberikan kesempatan dan perlakuan yang sama dengan kader yang lain. Dijelaskan Acip, apa yang telah disampaikan TGB dalam pesan tausiyah dan sikap politik menghadapi situasi politik terkini, menunjukkan hal yang sesuai dengan apa yang seharusnya menjadi sikap partai, yakni menempatkan kepentingan bngsa di atas kepentingan golongan. “Bagaimana imbauan dan sikap TGB untuk fastbiqul khoirot dalam politik, tidak memecah belah bangsa untuk kepentingan politik sangat pas dengan visi Partai Demokrat,” tandasnya.

Sebagai kader Partai Demokrat, ia meminta agar elit DPP Partai Demokrat lebih bijak dan menerapkan prinsip-prinsip demokrasi dalam hal arah partai. Sebab ia meyakini, SBY sebagai Ketum Partai Demokrat akan melaksanakan hal serupa. “Ini aneh, seharusnya elit DPP lebih bijak bukan sebaliknya justru mau menjatuhkan sanksi kepada TGB yang sudah membesarkan partai dan membangun daerah,” cetusnya.

Sebelumnya, reaksi keras DPP Partai Demokrat lewat Kepala Divisi Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahean menyebut akan menjatuhkan sanksi kepada TGB terkait dukungan yang dia berikan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. “Ini berpotensi diberikan sanksi oleh partainya karena sikapnya mendahului keputusan resmi partai. Dan tentunya sikap TGB ini menjadi berbeda dengan partai, ketika nanti Partai Demokrat resmi menentukan sikap, misalnya keputusan partai membentuk poros ketiga,” katanya baru-baru ini, di Jakarta. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *