SUMBAWA BARAT, SR (03/05/2018)
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Mulyono sangat bangga melihat persatuan dalam keragaman agama suku ras di Kabupaten Sumbawa Barat. Dalam pidatonya di tasyakuran Peresmian Kodim 1628 ini, Jenderal Mulyadi mengaku, wawasan kebangsaan di KSB sudah mengakar dan membumi. Parade yang mewakili suku agama dan budaya dalam upacara penutupan TMMD merupakan praktik dari wawasan kebangsaan dan terjaganya Bhinneka Tunggal Ika di KSB.
Indonesia memiliki 17 ribu pulau dengan keberagaman suku, ras, agama, adat istiadat, budaya dan keberagaman lainnya. Namun demikian bangsa Indonesia dapat hidup harmonis di tengah-tengah perbedaan. ‘’Saya tidak melihat acara di tempat lain seperti ini, hanya di NTB yang kental menjaga dan melestarikan adat budaya. Jadi kalau soal kebangsaan saya harus berguru di NTB. Bhinneka Tunggal Ika ada di KSB,” sebut Kasad.
Rakyat tidak boleh menjadikan keberagaman sebagai pembeda yang memecah belah bangsa. Pandang perbedaan dengan Pancasila yang menyatukan seluruh rakyat Indonesia. Sehingga kebinekaan akan terus terjaga. ‘’Nanti kalau ada orang yamg mau belajar keberagaman, saya katakan belajarlah di Sumbawa Barat. Saya juga mengapresiasi Bapak Bupati yang membentuk agen pemberdayaan gotong royong yangn untuk menggerakan budaya luhur bangsa yaitu gotong royong,” terang Kasad
Lebih jauh Kasad mengajak warga Sumbawa Barat untuk menjaga Indonesia yang diwarisi para pejuang Bangsa. Saat ini menikmati kemerdekaan berkat perjuangan leluhur. Bendera Indonesia yang diwarisi pahlawan juga bukan sekedar warna merah putih atau lambang. Namun maknanya adalah perjuangan dan pengorbanan, nilai persatuan dan kesatuan. Ini juga harus disampaikan kepada generasi muda. (HEN/SR)






