Kepala Staf TNI AD Resmikan Kodim 1628 Sumbawa Barat

oleh -540 Dilihat

SUMBAWA BARAT, SR (03/05/2018)

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Mulyono meresmikan Komando Distrik Militer (Kodim) 1628/Sumbawa Barat, Kamis (3/5). Orang nomor satu di Angkatan Darat ini tiba di Bumi Pariri Lema Bariri menggunakan helicopter MI-17 dan mendarat di Stadion Sepakbola Magaparang. Kasad didampingi pejabat tinggi Mabes TNI-AD dan Sekda Provinsi NTB, Ir. H. Rosiady Husaenie Sayuti, M.Sc, P.hD disambut hangat Bupati Sumbawa Barat Dr. Ir. HW. Musyafirin, dan Wakil Bupati Fud Syaifuddin ST beserta istri. Hadir pula anggota Komisi I DPR RI asal NTB, H. Syafruddin, dan pejabat Kodam IX/Udayana, Danrem 162/WB dan Danrem 161/WS serta Dandim se-NTB. Rombongan pun langsung menuju Kodim 162/Sumbawa Barat di Kelurahan Bugis Kecamatan Taliwang.

Peresmian Kodim 1628/Sumbawa Barat ditandai dengan pengguntingan pita dan dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti oleh Kasad. Usai mendapat penjelasan denah lokasi Kodim, Kasad didampingi Bupati dan pejabat lainnya meninjau sejumlah ruangan lalu berfoto bersama di depan beranda Kodim dan dilanjutkan dengan penanaman pohon secara simbolis.

Sebelum penandatanganan prasasti Kodim, Kasad bertindak sebagai inspektur upacara Peresmian Kodim 1628/Sumbawa Barat. Kasad dalam amanatnya mengatakan, Kodim 1628/Sumbawa Barat ditetapkan dengan Peraturan Kasad Nomor: 6 Tahun 2018 tertanggal 26 Februari tentang Penataan Satuan dan Pembentukan Satuan Baru TNI AD yakni pembentukan Kodim 1628/Sumbawa Barat di wilayah Korem 162/Wira Bakti di wilayah Kodam IX/Udayana. “Pada hari ini tanggal 3 Mei tahun 2018 Kodim 1628/Sumbawa Barat saya nyatakan diresmikan,’’ ucap Kasad.

Terbentuknya Kodim 1628/Sumbawa Barat tidak terlepas dari kerja keras dan kerja bersama Kodam IX/Udayana, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah KSB. Sehingga dari perencanaan hingga pembangungan terselenggara dengan baik. Kasad pun mengapresiasi setinggi-tingginya karena bangunan Kodim 1628/Sumbawa Barat adalah bangunan yang indah dan megah. KSB dengan delapan kecamatan dan 14 pulau kecil rentan dengan keamanan dan pertahanan apalagi posisinya di wilayah terdepan Indonesia. Karenanya dibutuhkan pengamanan yang kompleks serta komprehensif. Garis pantai yang panjang dimiliki KSB rawan digunakan untuk menyelundupkan narkoba atau barang ilegal lainya. Karenanya, tiga pilar mitra strategis dalam menjaga keamanan, pertahanan dan mensejahterakan rakyat, yakni Pemda, TNI dan Polri agar saling mendukung. Kasad juga memerintahkan Dandim 1628/Sumbawa Barat, Letkol Czi Eddy Oswaronto ST untuk membangun kerja terintegrasi dengan cepat, tepat dan sesuai SOP bersama Polres, Pemda dan unsur masyarakat untuk menghadapi pesta demokrasi di NTB, yakni adanya pemilihan gubernur, Bupati Lobar, Lotim dan Walikota Bima. ‘’Toga, Toma dan tokoh adat diajak bersilaturrahmi, bangun komunuikasi yang humanis dan harmonis. Imbau masyarakat agar keberagaman jangan dijadikan perbedaan tapi jadikan sebagai penguat,” pungkas jenderal berbintang empat ini. (HEN/SR)

 

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *